Bandara Ngurah Rai Antisipasi Kondisi Cuaca Ekstrim

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Keselamatan penerbangan selalu menjadi prioritas di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 83 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139 (Civil Aviation Safety Regulation) tentang Bandar Udara (aerodrome).

Surat Edaran Keselamatan Direktorat Jenderal Perhubungan Nomor: SE 17 Tahun 2017 tentang Peningkatan Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara pada saat musim penghujan dan Surat Edaran Keselamatan (Safety Circular) Direktur Utama PT. Angkasa Pura | (Persero) Nomor: ED.56/OP.02/2018/DU tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrim dan Musim Hujan Tahun 2018.

Mengacu pada aturan tersebut, menjadikan Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai lebih memastikan dan memaksimalkan keselamatan penerbangan.

“Saat ini kita sedang memasuki musim penghujan. Kami antisipasi kondisi cuaca ekstrem dengan bekerja bersama unit terkait untuk meningkatkan keselamatan penerbangan,” ujar General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Jumat (9/11/2018).

Mengantisipasi hal tersebut, Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melakukan beberapa hal untuk memastikan keselamatan penerbangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas utama pendukung operasional penerbangan.

“Keselamatan penerbangan sudah barang tentu selalu menjadi prioritas kami di Bandar Udara Ngurah Rai,” lanjut Yanus.

Salah satu hal yang menjadi fokus manajemen adalah terkait kesiapan infrastruktur yang terdampak langsung dengan kondisi cuaca seperti runway, taxiway dan apron, serta fasilitas pendukung yang meliputi marka dan lampu pemandu pergerakan pesawat udara (lighting).

Kondisi prima runway yang merupakan infrastruktur utama dalam operasional pesawat udara merupakan hal yang wajib dipastikan.

PT. Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara berupaya untuk memastikan bahwa kondisi landas pacu, terutama runway shoulder, runway strip, dan sistem drainase sesuai dengan standar teknis operasional Bandar Udara untuk menghindari adanya genangan air di permukaan runway yang dapat menimbulkan gangguan operasional pesawat udara.

Manajemen Bandar Udara memastikan akan melakukan inspeksi secara berkesinambungan terhadap keberadaan foreign object debris (FOD) berupa kendaraan, peralatan, binatang, atau benda asing lain pada runway, taxiway dan apron, untuk menghindari gangguan keselamatan penerbangan akibat adanya benda asing di jalur pergerakan pesawat.

Berkoordinasi dengan Air Traffic Controller (ATC), notifikasi mengenai kondisi keberadaan air di permukaan runway akan disampaikan kepada penerbang sebagai pertimbangan braking action pada saat pendaratan pesawat, serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAMN). (ari)