Bambang Sutrisno Serahkan Bantuan PIP di SDN Grantung

    


Bambang Sutrisno, anggota Komisi X DPR RI dari Partai Golkar, saat berada di SDN Grantung, Bayan, Purworejo, Sabtu (23/3/2019) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bambang Sutrisno, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, serahkan bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) kepada 160 pelajar SDN Grantung, Bayan, Purworejo, Sabtu (23/3). Bantuan secara simbolis diterima oleh Kepala SDN Grantung, Heri Pranoto.

Di hadapan para wali siswa penerima bantuan, Bambang Sutrisno berpesan, agar bantuan bisa digunakan sebaik-baiknya, dan berharap tahun depan bisa mendapatkannya lagi.

Bambang merasa bangga, bisa berada di tengah-tengah wali siswa penerima bantuan PIP, yang diperjuangkannya lewat komisi X. Dengan cara ini, Bambang bisa menyerap aspirasi masyarakat, khususnya yang ada kaitannya dengan pendidikan.

“Untuk tahun 2018, kuota PIP SD, SMP dan SMA/SMK terserap semua. Untuk PPA (Program Pengembangan Akademik), belum terserap sepenuhnya,” ungkap Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Arie Edy Prasetyo, staf ahli DPR RI dari Komisi X menjelaskan tentang PIP. Sebelum ada PIP, program ini dikenal dengan nama BSM (Bantuan Siswa Miskin), dan sempat berjalan dua kali. Syarat untuk menerima BSM ini, harus memiliki KPS (Kartu Pra Sejahtera). Setelah menjadi PIP, penerima harus memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar), untuk keluarga miskin.

PIP, terang Arie, bisa dari pemerintah, yakni bagi keluarga yang memiliki KPS, dan dari anggota DPR RI, yang duduk di Komisi X (membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, olah raga, ekonomi kreatif, perpustakaan), yang diperuntukkan bagi konstituennya. Dalam hal ini, lewat Bambang Sutrisno dari Dapil VI, meliputi Wonosobo, Temanggung, Kota Magelang, Magelang, dan Purworejo.

“Untuk SD, jatahnya 10 ribu PIP, SMP 5 ribu PIP, SMA 2.800 PIP, SMK 2.800 PIP, dan Mahasiswa 205 PPA,” jelas Arie.

Untuk jumlah nominalnya, PIP SD Rp 450 ribu, PIP SMP Rp 750 ribu, PIP SMA/SMK Rp 1 juta, dan PPA mahasiswa Rp 5 juta. Khusus kelas 1, VII, dan X, hanya menerima 50 persennya. Dan PIP, jelas Arie, dialamatkan melalui sekolah, dengan tujuan, pihak sekolah ikut memantau dan mengawasi penggunaan PIP tersebut. (Jon)