Bambang Sutrisno Serahkan Bantuan Buku ke Yonif Mek 412

    


Bambang Sutrisno, anggota Komisi X DPR RI, saat memberikan bantuan buku kepada Yonif Mek 412 Purworejo, dan diterima oleh Kakorum Yonif Mek 412, Kapten Inf Agung PR, Selasa (18/12) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekitar seribu buah buku bantuan dari Perpustakaan Nasional, diserahkan ke Batalyon Infanteri Mekanis 412/Bharata Eka Shakti Purworejo, Selasa (18/12) pagi. Penyerahan dilakukan oleh Ir Bambang Sutrisno, anggota Komisi X DPR RI, dan diterima oleh Kakorum Yonif Mek 412, Kapten Inf Agung PR.

Usai menerima bantuan, Agung PR mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan buku-buku perpustakaan tersebut. Secepatnya, bantuan buku akan disalurkan ke anggota Yonif Mek 412, yang saat ini tengah bertugas di perbatasan Papua, tepatnya di daerah Nambut.

“Sekitar 450 anggota Yonif Mek 412 bertugas di Papua selama sepuluh bulan. Semoga, bantuan buku ini akan bermanfaat bagi masyarakat di sana,” jelas Agung PR.

Sementara itu, Bambang Sutrisno menjelaskan, kegiatannya di Yonif Mek 412, merupakan bagian dari kegiatan resesnya di Dapil VI Jateng, yang meliputi Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Magelang dan Magelang Kota, yang dilaksanakan dari 16 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

Dijelaskan Bambang Sutrisno, sebelum diberangkatkan ke Papua, dari Yonif Mek 412 mengajukan bantuan buku ke Perpustakaan Nasional melalui komisi X. Namun seiring berjalannya waktu, bantuan baru terealisasi ketika pasukan sudah diberangkatkan.

“Toh begitu, dari BSC (Bambang Sutrisno Center) sudah memberikan bantuan buku saat pasukan diberangkatkan,” jelas Bambang Sutrisno.

Seribuan buku bantuan dari Perpustakaan Nasional tersebut, menurut Bambang Sutrisno, berisi buku-buku pelajaran dan ilmu pengetahuan. Dengan buku-buku inilah, nantinya pasukan penjaga perbatasan bisa mendekati, membina dan menularkan ilmu pengetahuan, pada masyarakat setempat.

Kata Bambang Sutrisno, semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang sama, tidak ketinggalan ilmu pengetahuan, terutama masyarakat yang berada di perbatasan. Harapan ini, tertumpu pada peran guru. Namun kenyataannya, sangat minim, guru yang mau ditempatkan di daerah perbatasan.

Tugas itu kini ada pada pasukan penjaga perbatasan ini, khususnya dari Yonif Mek 412 Purworejo. Mereka tak hanya menjaga wilayah perbatasan, tapi juga sebagai guru bagi masyarakat di perbatasan.

“Jika ini berhasil, akan rutin kita lakukan di penugasan-penugasan berikutnya,” ujar Bambang Sutrisno, yang didampingi Ari Edy Prasetyo, dari BSC Purworejo. (Jon)