Bali Turunkan Kekuatan Penuh di Event Kejuaraan Dansa Dunia

    


Penampilan peserta dalam International Bali Open I yang mempertandingkan kelas Dance Sport yunior, pemula, senior dan kelas profesional - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali menurunkan kekuatan penuh di ajang Kejuaraan International Bali Open I yang berlangsung di Padma Resort Legian. Meski tidak menargetkan perolehan medali, namun penampilan atlet Bali cukup memuaskan dengan menyabet beberapa emas untuk kelas Rising Star Amateur, Standard dan Pre Amp Standard.

Ketua Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Provinsi Bali, Ni Made Suparmi mengatakan, atlet Bali yang turun dalam ajang internasional itu sebanyak 340 orang dengan jumlah yang ikut kompetisi sebanyak 173 orang.

“Anak-anak kita berikan akses untuk mengikuti ajang internasional seperti sekarang. Harapannya, mereka mendapatkan panggung untuk menimba pengalaman,” jelas Suparmi, Minggu, 28 Oktober 2018.

Event itu diikuti oleh 17 negara diantaranya, Italia, Jepang, Ukraina, China, Hongkong, Taiwan, Vietnam, Singapura, Malaysia dan India. Internastional Bali Open I secara keseluruhan mempertandingkan kelas yunior, pemula, senior dan kelas profesional.

Dalam penilaian Suparmi, rival terberat dalam kompetisi olahraga dansa dunia itu yakni dancer yang berasal dari Eropa seperti Italia dan Ukraina.

“Tentunya Eropa ya seperyi Italia dan Ukraina. Mereka sangat bagus sekali. Namun yang paling mengejutkan atlet dansa India yang kali ini berani eksis dengan mengirimkan 12 atlet dansanya,” jelas Suparmi.

Dance Sport telah dipertandingkan dalam PON Jawa Barat dengan memperebutkan 15 medali emas. Pada PON di Papua 2020 mendatang, jumlah medali emas yang diperebutkan bertambah menjadi tujuh belas.

“2019 mendatang, dance sport secara resmi akan dipertandingkan di Sea Games Filipina,” tambah Suparmi.

Pada penutupan hari ini, 28 Oktober 2018, disebutkan Suparmi, akan ada penampilan dari Maestro Dance Sport dunia Luca Vanni. (Way)