Bali Bakal Punya Satu Underpass Lagi

    


Anak Agung Gde Sanjaya/foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali sebagai tuan rumah untuk sejumlah agenda internasional mempersiapkan infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan bandara Ngurah Rai. Agenda internasional yang akan digelar di Bali tahun depan diantaranya pertemuan International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB) yang rencananya diadakan di Nusa Dua.

Persiapan infrastruktur yang saat ini tengah digodok yakni, pembangunan Underpass Simpang Ngurah Rai. Kepala Satuan Kerja Metro Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Denpasar, Anak Agung Gde Sanjaya menyatakan, proyek Underpass Simpang Ngurah Rai telah masuk tahap pra kualifikasi

“Proyek underpass ini masuk dalam tahap proses pre-qualification (PQ) dan ini sifatnya urgen,” ungkapnya, Kamis, 18 Mei 2017.

Proyek yang bersumber dari APBN itu ditaksir menghabiskan anggaran mencapai Rp 209 milyar. Namun dari kajian ulang yang dilakukan, menurut Sanjaya, angkanya berubah menjadi Rp 180 Milyar.

“Tapi pagunya masih tetap Rp 209 Milyar. Itu masih dikaji angkanya dan berubah jadi Rp 180 Milyar,” jelas Sanjaya.

Urusan pembebasan lahan dalam proyek itu sepenuhnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Yang jelas, kata Sanjaya, bulan Agustus sudah ada pemenangnya. Proyek jalan itu dinilai Sanjaya mendesak untuk dilakukan.

Pertemuan IMF-WB yang akan digelar pada Oktober 2018 itu, kata Sanjaya, harus mendapatkan penanganan prioritas khususnya di bidang infrastruktur jalan. Karena itu, jika Agustus tidak ditemukan pemenang lelang, rencana proyek bisa saja terancam gagal.

“Soalnya kita kejar waktu sebelum pelaksanaan pertemuan harus selesai. Kisarannya memakan waktu 12 bulan,” jelasnya.

Proyek Underpass Simpang Ngurah Rai digadang-gadang mampu untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Bandara Ngurah Rai.
 
 
Way