Badai Sudah Berlalu, Yayasan Dwijendra Denpasar Kembali Berjalan Normal

    


Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Cahyo Rahadian Muzhar (depan tengah) bersama pengurus Yayasan Dwijendra Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkumham Cahyo Rahadian Muzhar melakukan kunjungan silaturahmi ke Yayasan Pendidikan Dwijendra Denpasar, Selasa, 26 Maret 2019.

Kunjungan dilakukan pasca yayasan pendidikan itu, selesai dari persoalan kepengurusan yang cukup pelik dan sempat memanas. Saat ini, yayasan pendidikan tertua di Bali itu mulai normal beroperasi menjalankan aktifasnya.

“Dalam rangka kunjungan kerja saya ke Bali. Kunjungan ini kunjungan silaturahmi aja, sekaligus bertemu mahasiswa dan siswa disini,” jelas Cahyo, Selasa, 26 Maret 2019.

Dalam pertemuan bersama pengurus, kepala sekolah, guru, mahasiswa dan siswa dari Yayasan Dwijendra, kata Cahyo, dirinya berharap dapat memberikan semangat kepada para generasi muda.

“Dunia pendidikan itu harus selalu kita ekspose untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Dalam pertemuan itu, Cahyo memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar 90 menit.

Terkait
» Dualisme Kepemimpinan Yayasan Dwijendra, Chandra Jaya Jelaskan ke Publik

» Formasi Kepengurusan Yayasan Dwijendra Dikukuhkan

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Ida Bagus Erwin Ranawijaya, SH, MH., mengatakan, pihak yayasan selama ini sering bertemu dengan Cahyo Rahadian Muzhar di kantor Dirjen AHU Kemenkumham selama meluruskan proses administrasi.

Erwin melihat, yayasan yang saat ini telah beroperasi kembali secara normal, mendapatkan sambutan baik dari Dirjen AHU untuk melakukan kunjungan silaturahmi.

“Beliaulah orang yang tahu, bagaimana proses selama ini. Akhirnya beliau mau kesini, artinya beliau melihat yayasan sudah kondusif, yayasan sudah seperti semula dan mudah-mudahan kedepan semakin maju,” kata Erwin Ranawijaya.

Erwin juga mengakui, dalam proses penyelesaian sengketa di Jakarta, Dirjen AHU banyak memberikan saran agar yayasan lebih mengedepankan proses pendidikan.

“Kita sudah menjadi keluarga besar kembali dalam satu wadah Yayasan Dwijendra, dan beliau mau hadir disini. Yayasan ini bukan satu orang per orang tapi satu keluarga besar,” jelas Erwin. (Way)