Awas! Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Bali Mencapai 3 Meter

    


Wisatawan di Pantai Kuta Bali memanfaatkan momen gelombang tinggi untuk berfoto - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejak beberapa hari terakhir hampir seluruh pantai di Bali mengalami gelombang tinggi. Di pantai Kuta, sejumlah wisatawan yang biasa bermain surfing terpaksa harus mengurungkan niatnya akibat gelombang tinggi tersebut.

Areal muka pantai yang biasanya tak tersentuh oleh sapuan gelombang, kali ini luapan air sampai menggenangi halaman kantor Balawista Kabupaten Badung. Beberapa pedagang juga memilih membuka lapaknya sampai gelombang tinggi mereda.

TERKAIT
» Puluhan Rumah Diterjang Banjir Rob

Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah III Denpasar memprediksi, gelombang tinggi terjadi selama lima hari sejak 5-10 Juni 2016. Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Bali, I Nyoman Suarsa mengatakan, puncak gelombang tinggi terjadi selama dua hari yakni 8-9 Juni 2016.

“Berdasarkan pemodelan gelombang laut, ketinggian gelombang di perairan Selatan Pulau Bali tanggal 6-10 Juni diprediksi 3-4 meter,” kata Nyoman Suarsa, Selasa, 7 Juni 2016.

Menurut Nyoman Suarsa, pasang air laut ini dipengaruhi fenomena astronomis bumi, bulan dan matahari dalam posisi sejajar. Dengan demikian, peristiwa naik turunnya permukaan air laut disebabkan karena pengaruh gravitasi bumi, bulan dan matahari.

Ketinggian gelombang pasang dalam setiap harinya berbeda berkisar antara 2-4 meter dengan puncak tinggi gelombang pada pukul 10.00-11.00.

“Nanti di tanggal 10 Juni gelombangnya sudah mulai menurun. Selama gelombang tinggi, masyarakat yang beraktifitas di laut dihimbau waspada,” kata Suarsa.

Sementara, berdasarkan prediksi pasang surut wilayah Benoa yang dikeluarkan Dinas Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut, tinggi maksimum muka air laut pada 5 Juni 2016 mencapai 2,6 meter. Gelombang tinggi juga terjadi di Pantai Sanur, Bali. Hempasan air laut sampai menggenangi area jogging track.
 
 
Way