Award Bagi Hotel Bakal Picu Perbaikan Kualitas Layanan

    


Penghargaan atau award yang diberikan kepada industri pariwisata - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penghargaan atau award yang diberikan kepada industri pariwisata khususnya, secara otomatis diyakini akan memicu perbaikan pelayanan dan penambahan fasilitas. Hal itu disampaikan I Made Ramia Adnyana, Wakil Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali.

Ramia Adnyana yang juga General Manager Hotel Sovereign Bali saat dihubungi di Badung, Rabu (29/8/2018) menegaskan, penganugerahan award dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk meningkatkan performance hotel dalam kompetisi di industri pariwisata global.

“Setiap hotel akan terseleksi secara alamiah melalui kegiatan penganugerahan award yang dilakukan setiap tahun,” jelas Ramia.

Menurutnya, award akan menjadi bekal bagi manajemen hotel untuk meningkatkan kualitas pelayanan diantaranya dengan penambahan fasilitas hotel.

Dicontohkan Ramia Adnyana, Hotel Sovereign Bali berhasil meraih penghargaan “Bali Leading 4 Star Hotel” pada ajang Bali Tourism Awards (BTA).

Ramia Adnyana yang juga menegaskan, penghargaan yang diterima hotelnya itu akan membuat industri pariwisata semakin maju karena akan ada suatu kompetisi untuk tampil menjadi lebih baik.

“Memang hotel kami (Souvereign Bali) sudah ketiga kalinya mendapat penghargaan. Selama 3 kali berturut-turut, kami mendapatkan ‘Best Leading Airport Hotel’. Maka tahun ini dikategori hotel bintang 4,” terang Ramia.

Award tersebut kata dia, tentunya akan memberikan nilai positif terhadap pariwisata di Bali umumnya.

“Produk yang kami tawarkan ke wisatawan diapresiasi. Kita tetap memberikan tingkat pelayanan dan produk yang sesuai dengan market,” ujarnya.

Selain itu, melalui award itu pihaknya menyatakan tetap mampu mempertahankan pelayanan dan layanan prima kepada wisatawan serta meningkatkannya pada tahun-tahun yang akan datang.

“Kami berencana akan ada peningkatan produk yaitu lebih memfokuskan pada high end market (menengah atas) terutama Japanese market yang belum digarap dengan baik sehingga produk yang kita siapkan harus sesuai dengan karakteristik tamu,” sebut Ramia yang juga anggota PHRI Badung ini.

Ramia pun secara pribadi berhasil menyabet award sebagai “Bali Top Hospitality Leader”.

Penghargaan ini merupakan kategori baru di BTA dan diberikan atas kerja keras para pemimpin industri pariwisata dalam membangun industri pariwisata di Bali.
‘Bali Top Leading Hospitality Leader’ ini diberikan kepada 17 leader terbaik yang telah memberikan sumbangsih kepada dunia pariwisata di Bali. (ari)