Awali Semester Genap, SMK Kesehatan Purworejo Adakan Diklat Pengganti PKL

    


Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd, saat membuka Diklat Pengganti PKL ( Peningkatan Kompetensi), Senin (04/01/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Hari pertama masuk sekolah semester genap, Senin (04/01/2021), SMK Kesehatan Purworejo mengadakan Diklat Pengganti PKL (Peningkatan Kompetensi) bagi kelas XII, yang diikuti 59 siswa dari jurusan Farmasi dan 71 siswa dari jurusan keperawatan.

Diklat yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd ini, akan berlangsung selama 5 hari bagi jurusan farmasi, dan 4 hari bagi jurusan keperawatan.

“Dalam Diklat ini, kita bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Purworejo dan Persatuan Asisten Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Purworejo,” kata Nuryadin, usai membuka Diklat.

Dijelaskan oleh Nuryadin, salah satu syarat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), sebelum mengikuti uji kompetensi, baik itu untuk jurusan farmasi maupun keperawatan, harus memegang sertifikat lulus PKL (Praktek Kerja Lapangan).

Untuk jurusan Farmasi, PKL biasanya dilakukan di apotik-apotik, dan untuk jurusan keperawatan, di puskesmas, atau rumah sakit-rumah sakit. Namun karena pandemi dan trendnya cenderung naik, maka dengan berbagai pertimbangan, PKL tidak dapat dilaksanakan.

“Sebagai penggantinya, siswa mengikuti Diklat Pengganti PKL ini, dengan standar materi seperti di PKL,” terang Nuryadin.

Dalam Diklat ini, ungkap Nuryadin, akan diisi dengan teori dan praktek. Kemudian, dari PPNI dan PAFI akan menerbitkan sertifikat sebagai pengganti Sertifikat PKL.

Sertifikat tersebut, ujar Nuryadin, karena ini organisasi profesi baik itu keperawatan/ farmasi, sehingga sertifikat itu layak /standar seperti yang dikeluarkan oleh DUDI, karena materi-materinya sama dengan PKL.

“Ini kita lakukan, selain untuk memberikan solusi akan kendala itu, juga memang untuk menjaga kwalitas lulusan kita,” tandas Nuryadin.

Dikatakan pula, bahwa pihak sekolah tidak main-main, tapi serius, bahwa lulusan SMK Kesehatan Purworejo betul-betul profesional dan kompetensi. Ketika masuk DUDI langsung terpakai, atau kuliah bisa menindaklanjuti ilmu yang didapat di sekolah

Nuryadin berharap, dengan diadakan acara ini, kwalitas lulusan SMK Kesehatan Purworejo terjaga, anak-anak tetap semangat, serta hal itu merupakan bagian dari publikasi, menjaga kepercayaan ke masyarakat.

“Saya berharap, masyarakat masih percaya pada kita, bahwa kita tidak main-main, kita serius, bahwa lulusan kita harus terbaik,” pungkas Nuryadin. (Jon)