Atasi Keruwetan Taksi Online vs Konvensional, Koster Siapkan Aplikasi Online Balijek

    


Sopir taksi konvensional menyuarakan aspirasi di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Kamis, 7 Februari 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali I Wayan Koster menemui para sopir taksi yang menyerukan aspirasi di depan Kantor Gubernur Bali, Renon, Kamis, 7 Februari 2019.

Koster menegaskan, pihaknya akan membuatkan sebuah sistem aplikasi online yang dioperasikan secara konvensional maupun modern.

Aplikasi yang diperuntukkan bagi para supir taksi konvensional tersebut akan diluncurkan setelah pemilu 17 April mendatang.

“Nama aplikasinya Balijek,” tandasnya.

Aplikasi Balijek itu nantinya ada klasifikasi untuk roda empat, roda dua, maupun angkutan barang.

“Saya sudah bicara dengan ini (perwakilan taksi online, red). Cari waktu yang tepat, prinsipnya sama. Udahlah, jangan banyakan ngomong, masak nggak percaya sama saya (Gubernur, red). Jadi tunggu waktu yang tepat, saat ini belum waktu yang tepat untuk melakukan itu (aplikasi, red). Sabar dulu, saya pasti berpihak kepada keinginan dan aspirasi kawan-kawan semua. Pasti. Tunggu dulu waktunya. Tunggu lagi dikit aja,” jelas Koster seraya menambahkan agar tidak ribut dan tertib di jalan.

Koster sempat menenangkan massa yang tengah berorasi dan meminta penjelasan.

Semeton sareng sami, suksma, bahwa yang datang ini bukan untuk demonstrasi. Tetapi untuk bertemu dengan gubernur,” ujar Koster.

Menurutnya, momentum ini adalah waktu yang tepat. Namun sebenarnya, begitu dirinya menjadi gubernur, pihaknya ingin segera bertemu dengan para sopir taksi konvensional.

“Jodoh namanya hari ini bisa ketemu. Makanya begitu dibilangin saya langsung terima,” ujarnya.

Koster menambahkan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah memperkuat paguyuban sopir taksi konvensional. Sehingga pelayanan transportasi akan lebih baik, untuk wisatawan maupun masyarakat Bali.

“Dalam pelayanan di bidang transportasi ini, maka kami menyiapkan sistem atau aplikasi yang khusus digunakan untuk anggota ini semua. Kami buatkan aplikasi online juga,” kata Koster disambut riuh para sopir taksi konvensional.

“Sudah selesai kok. Akan kita operasikan,” tambahnya.

Sementara saat ditanya kapan akan dioperasikan? Koster mengaku akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Sedangkan terkait apakah nanti ada payung hukum? Koster menjawab tidak perlu.

“Paling juga Pergub,” ujarnya. (*)