Atasi Biaya Kerja di Kapal Pesiar, Ini Skema Koster…

    


Koster dihadapan ratusan warga Desa Pakraman Pangi, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu 9 Mei 2018 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tak dapat dipungkiri, berlayar ke kapal pesiar membutuhkan dana yang cukup besar. Rata-rata tiap orang membutuhkan dana minimal sekitar Rp 40-50 juta.

Kebutuhan dana yang cukup besar itu ditanggapi oleh calon gubernur Bali nomer urut 1, I Wayan Koster. Menurutnya, dimungkinkan bantuan pendanaan dikucurkan melalui APBD Provinsi Bali.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Made Mangku Pastika selama masa kepemimpinannya menjabat Gubernur Bali.

‘Sekarang itu kan dialokasikan sebesar Rp 10 miliar oleh Pemprov Bali. Pak Made Mangku Pastika berpesan kepada saya agar program itu dilanjutkan. Saya katakan siap untuk melanjutkannya,” kata Koster dihadapan ratusan warga Desa Pakraman Pangi, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu 9 Mei 2018.

Skema pembiayaan lainnya Pemprov Bali siap memfasiltasi akses pinjaman permodalan untuk mereka yang akan bekerja di kapal pesiar melalui Bank BPD Bali.

“Bunganya tidak usah banyak-banyak, 5 persen saja. Itu skema lain yang bisa disiapkan selain dari APBD,” katanya.

Toh, menurut Koster, mereka yang berlayar di kapal pesiar sudah pasti mendapatkan pekerjaan dengan besaran gaji yang sudah ditentukan.

“Jadi, tak perlu ada kekhawatiran bagi Bank BPD akan menjadi kredit macet. Apalagi, Pemprov Bali yang akan menjadi penjamin,” jelasnya. (*)