Assessor BNSP Lakukan Full Assessment di SMK TKM Purworejo

    


Dua Master Assessor dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Martinus Darmonsi dan Syaiful Anwar, saat melakukan Full Assessment dalam rangka pendirian LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) P1 di SMK TKM Purworejo, Sabtu (20/02/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dua Master Assessor dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Martinus Darmonsi dan Syaiful Anwar, melakukan Full Assessment dalam rangka pendirian LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) P1 di SMK TKM Purworejo, Sabtu (20/02/2021).

Full Assessment atau assessment awal ini, dilakukan terhadap dokumen yang perlu disiapkan oleh LSP P1 SMK TKM Purworejo, apakah memenuhi syarat atau belum.

“Kalau sudah komplit semua, terpenuhi semua, maka kami akan menemberikan lisensi pada sekolah ini sebagai LSP, untuk melaksanakan uji kompetensi bagi siswanya, mewakili BNSP,” ujar Martinus, salah satu Master Assessor dari BNSP di sela-sela kegiatan.

Menurut Martinus, selain penilaian terhadap kesesuaian atau kecukupan dokumen, pihaknya juga harus memastikan tempat uji kompetensi, sarana prasarana sesuai prodi yang ada, assessornya, serta materi uji.

Hasil dari assessment tersebut, kata Martinus, selanjutnya dibawa ke Jakarta, untuk diplenokan (sidang pleno). Hasil dari sidang pleno ini, untuk menentukan disetujui atau ditolak pendirian LSP 1 ini.

“Proses ini bisa sebulan, jika ada syarat yang kurang, bisa dilengkapi. Tapi kami usahakan secepatnya,” ujar Martinus.

Era sekarang, kata Martinus, ada trend baru di Indonesia dan dunia. Kedepan, dalam mencari pekerjaan, yang ditanyakan keahliannya apa, dan mana buktinya.

“Jadi tidak ditanyakan lagi sekolahnya apa, pengalamannya apa. Tapi apa keahliannya, yang dibuktikan dengan adanya sertifikat uji kompetensi,” terang Martinus.

Menurut Kepala SMK TKM Purworejo, Ki Gandung Ngadina, SPd, MPd, pendirian LSP 1 ini merupakan bagian untuk peningkatan sekolah. LSP 1 ini untuk empat kompetensi keahlian, teknik mekanik industri, teknik pemesinan, teknik komputer jaringan dan teknik instalasi tenaga listrik.

“Jadi nanti kalau kita sudah punya LSP P1, kita bisa menguji sendiri dan sekolah lain bisa ikut uji kompetensi,” ujar Ki Gandung.

Ini, kata Ki Gandung, akan mendukung para siswa dalam rangka nanti setelah selesai ujian, dia akan melamar pekerjaan. Dengan sertifikat LSP P1 itu mendukung untuk memberikan jalan, kemudian siswa itu melamar dan memasuki dunia kerja karena sudah sertifikasi.

Untuk mendukung pendirian LSP P1 ini, dari SMK TKM Purworejo sudah memiliki 8 Assessor untuk empat kompetensi keahlian tersebut. Jika nantinya disetujui, kata Ki Gandung, ibarat naik motor, sudah memiliki SIM.

“Semoga terwujud impian kami ini. Sertifikat nantinya diberikan ke sekolah, sebagai bukti kalau kita sudah mandiri LSP nya. Ini semua juga atas dukungan teman-teman, guru, karyawan, serta sarana prasarana,” pungkas Ki Gandung. (Jon)