ASITA: Faktor Supply dan Demand Pengaruhi Lonjakan Harga Tiket Pesawat

    


President of Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Nunung Rusmiati (kanan) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Harga tiket pesawat rute internasional mengalami melonjak drastis pasca dibukanya kembali lalu lintas antar negara. Persoalan itu memicu keresahan tersendiri, terutama para pemangku kepentingan di bidang pariwisata seperti Bali.

President of Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Nunung Rusmiati menjelaskan tentang persoalan yang memicu tingginya harga tiket pesawat rute Internasional.

“Ini dipicu operasional pesawat rute internasional tidak sebanyak seperti masa sebelum pandemi. Sejumlah maskapai asing juga baru mulai merangkak,” kata Nunung saat konferensi pers penutupan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) Ke-8 di Nusa Dua, Bali, Jumat, 17 Juni 2022.

Sebagai Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, ASITA melakukan pendekatan ke sejumlah maskapai nasional yang memiliki rute terbang lintas negara.

“Kami berusaha dengan airlines, dan seringkali melakukan pertemuan, intinya untuk domestik, ekonomi ada sub classes,” kata Nunung.

Ia berharap, akan segera terjadi supply dan demand yang seimbang. Sehingga tingginya harga tiket pesawat dapat teratasi.

Sementara, Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan negosiasi terhadap sejumlah maskapai internasional.

Menurut Winastra, saat ini pemerintah Indonesia memberikan layanan Visa on Arrival (VoA) untuk 72 negara. Dari puluhan negara itu, banyak negara-negara di Eropa yang mendapatkan layanan visa kedatangan tersebut.

“Ini jadi satu hal penting, kami meakukan negosiasi kepada airlines internasional agar mau membawa pesawatnya ke Bali. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan demand,” kata I Putu Winastra. (Way)