ASITA: Ada Peningkatan Pembeli dari Eropa Timur dan Barat di Ajang BBTF 2019

    


BBTF Ke-6: Perjalanan & Pariwisata mendukung 10,3% dari semua lapangan kerja di Indonesia, atau 13 juta pekerjaan. Kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,2% pada tahun 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah buyers baru di event Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2019 bakal mengisi transaksi penjualan pariwisata. BBTF tahun ini memiliki 232 sellers dan 303 buyers dari 46 negara. Estimasi transaksi mencapai Rp 9,06 trilyun.

Ketua Komite BBTF I Ketut Ardana mengatakan, ada peningkatan pembeli terutama dari Eropa Barat dan Eropa Timur. Ardana menambahkan, buyers Asia juga terlihat ada kenaikan dibandingkan di event yang sama tahun sebelumnya.

“Pembeli dari Asia juga mengalami peningkatan,” jelas Ketut Ardana saat menggelar keterangan pers, Rabu, 26 Juni 2019.

Tahun sebelumnya, disebutkan Ardana, total belanja wisatawan asing mencapai Rp 221.000 miliar. Penyumbang terbesar di Asia yakni, Singapura 15 persen, Malaysia 14 persen, China 13 persen, Australia 11 persen dan Jepang 5 persen.

Tahun ini, tambah Ardana yang juga Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), diharapkan melebihi tahun kemarin.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menambahkan, BBTF bukan saja sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual kepariwisataan dunia, namun juga mengangkat isu terkait keberlangsungan kepariwisataan maupun isu lingkungan.

“Banyak isu tentang sustainable terkait lingkungan, plastik, ataupun pantai di Bali. Hal ini memiliki keterhubungan untuk mengurangi sampah plastik dan adanya sebuah kampanye lingkungan,” jelas Kiky.

Bali & Beyond Travel Fair 2019 Ke-6 mengambil tema ‘Journey to Sustainable Tourism’. Pemerintah, saat ini, dikatakan Kiky, tengah membangun 10 destinasi pariwisata baru yang disebut ‘Ten New Bali’.

Untuk membangun itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata menyiapkan anggaran untuk membangun infrastruktur pendukung.

“Bali menyumbang 40 persen jumlah wisatawan di Indonesia, untuk mendistribusikan angka tersebut, pemerintah menciptakan ’10 Bali Baru’ yang diharapkan menambah tingkat kunjungan wisata ke Indonesia,” jelasnya.

Perjalanan & Pariwisata mendukung 10,3% dari semua lapangan kerja di Indonesia, atau 13 juta pekerjaan. Kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,2% pada tahun 2019.

Satu dari tiga dari pekerjaan pariwisata di sepuluh negara di Asia Tenggara, berlokasi di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia ekonomi Perjalanan & Pariwisata terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Thailand dan Filipina.

“Ada peningkatan luar biasa dalam pengeluaran bisnis tahun lalu, yang sekarang menyumbang 30% dari pengeluaran pariwisata di Indonesia dibandingkan dengan 70% waktu luang,” jelas Kiky. (Way)