Arahan Jokowi Antisipasi Omicron, TNI/Polri harus Percepat Vaksinasi ke Masyarakat

    


Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memantau persiapan pertemuan internasional G20 yang mulai berlangsung di Bali tahun 2022 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Varian Omicron oleh WHO ditetapkan sebagai variant of concern (VOC). Presiden Joko Widodo juga mengingatkan masyarakat waspada terhadap ancaman Omicron.

Sebagai upaya antisipasi, presiden menekankan kepada jajaran TNI/Polri untuk mempercepat program vaksinasi kepada masyarakat. Hal itu disampaikan kepala negara saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) saat melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

“Sekarang ini ancaman gelombang keempat varian Omicron, hati-hati,” kata Presiden di Bali, Jumat, 3 Desember 2021.

Varian yang kali pertama ditemukan di Afrika Selatan itu saat ini masih dalam proses studi. Namun, sejumlah negara di Eropa telah mengkonfirmasi temuan virus covid-19 varian baru tersebut. Sebab, mutasi virus covid-19 diperkirakan masih terjadi dan lebih cepat menular dibandingkan varian Delta yang memicu gelombang ketiga.

Presiden meminta TNI-Polri dan jajarannya terus mempercepat program penyuntikan vaksinasi Covid-19. Terutama, untuk provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

Presiden menyebut, ada 15 provinsi yang masih di bawah 60 persen pencapaian vaksinasi covid-19. Provinsi itu masing-masing, Sumsel, Sumbar, NTT, Kalbar, Kalsel, Riau, Sulbar, Sulsel, Maluku Utara, Sulteng, Papua Barat, Maluku, Sultra, Aceh, Papua.

Selain itu, kata Presiden, 17 kabupaten/kota di 8 provinsi mengalami tren kenaikan selama 2 hingga 3 pekan terakhir.

“Naik sedikit saja segera antisipasi, walaupun masih dalam hitungan puluhan per minggu, tapi tetap harus segera diantisipasi, karena larinya nanti bisa ke keamanan, bisa ke politik, ketertiban masyarakat,” kata Jokowi.

Sementara, Provinsi Bali yang tingkat ekonomimya terjun bebas akibat pandemi, mulai menunjukkan pemulihan sejalan dengan progres vaksinasi yang masif.

Gubenur Bali Wayan Koster mengatakan, vaksinasi tahap pertama telah mencapai angka 101% dan vaksinasi tahap kedua 98%. Total target penduduk Bali yang mendapatkan vaksinasi sebanyak 3,4 juta orang.

“Masyarakat tetap disiplin Prokes hingga ke pedesaan. Pandemi Covid jadi momentum bahwa perekonomian yang didominasi pariwisata sangat rentan terhadp faktor eksternal, sudah seharusnya saat ini ekonomi bali kembali ke alam,” kata Wayan Koster.

Update penanganan Covid-19 di Provinsi Bali pada Jumat, 3 Desember 2021 mencatat penambahan angka positif harian sebanyak 11 orang, sembuh 9 orang dan meninggal nihil. (Wahyu Siswadi/Kode: Way)