Antisipasi Penyebaran Covid-19, Samsat Purworejo Dilengkapi Dengan ODS

    


Samsat Purworejo kini telah dilengkapi dengan ODS (Outdoor Disinfectan Spray) atau bilik disinfektan, yang berfungsi untuk mensterilkan para pengunjung Samsat, baik itu masyarakat maupun petugas, sebelum menuju ruang pelayanan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Samsat Purworejo, kini dilengkapi dengan ODS (Outdoor Disinfectan Spray) atau bilik disinfektan, yang berisi cairan klorin. ODS ini, memiliki fungsi untuk mensterilkan para pengunjung Samsat, baik itu wajib pajak maupun petugas, sebelum mereka memasuki ruang pelayanan.

Setelah dari ODS, baik masyarakat maupun petugas, wajib mencuci tangan dengan menggunakan sabun dilanjutkan pemakaian hand sanitizer I antiseptic yang telah disediakan. Barulah setelah menempuh prosedur itu, mereka bisa menuju ruang pelayanan.

Menurut Roedito Eka Suwarno, Kepala UPPD (Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah) Kabupaten Purworejo, langkah tersebut merupakan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang dipersiapkan, dalam kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Covid-19.

“Pelayanan publik tetap jalan, dengan tetap mengedepankan kesehatan, keselamatan, dan kemanusiaan. Itu merupakan bagian dari komitmen bersama tim pembina Samsat,” jelas Roedito, Sabtu (28/3).

Selama masa darurat bencana Covid-19, ujar Roedito, jam pelayanan di Samsat Purworejo dikurangi. Untuk hari Senin sampai Kamis, dari jam 08.00 WIB – 12.30 WIB. Khusus hari Jum’at, dari jam 08.00 WIB – 11.00 WIB. Dan hari Sabtu, dari jam 08.00 WIB – 11.30 WIB.

Untuk para petugas yang memberikan pelayanan, setelah mereka melakukan proses disinfektasi pakaian melalui fasilitas ODS, dan cuci tangan dengan menggunakan air mengalir, sabun dan menggunakan antiseptik, wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan pelindung.

“Setelah melakukan kegiatan pelayanan, seluruh petugas pelayanan melakukan proses disposal ADP di satu tempat yang telah ditentukan untuk kemudian dibakar,” ungkap Roedito.

Dari Samsat sendiri, terang Roedito,
menunjuk satu petugas untuk mengawasi dinamika ruang pelayanan/ruang tunggu terhadap wajib pajak/masyarakat yang diketahui (terlihat) bersin-bersin dan batuk- batuk, untuk segera dilakukan pemeriksaan secara medis dan dilakukan pengamanan lebih lanjut.

Pada ruang pelayanan, selalu tersedia handsanitizer, masker, tempat cuci tangan dengan antiseptik, serta alat deteksi suhu tubuh.

Untuk memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis, kata Roedito, selalu dilakukan penyemprotan serta pengelapan menggunakan disinfektan di kursi tunggu, meja konter, tempat mainan anak, pojok baca, dan handle pintu, setiap 30 menit sekali.

Menyediakan jarak dalam rangka pshycal distancing, dengan menjauhkan minimal 1m (meter), dengan pemberian tanda khusus pada tempat duduk antrian, ruang tunggu, dan kantin.

” Untuk mengurangi keramaian di tempat pelayanan, kita menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan Aplikasi Online yang telah disediakan, Sakpole dan Samolnas,” kata Roedito.

Untuk masyarakat sendiri, wajib melaporkan kondisi kesehatan kepada petugas. Apabila ditemukan masyarakat yang terindikasi covid-19, telah disediakan ruang darurat yang dilengkapi dengan masker dan sarung tangan yang dilengkapi P3K lainnya yang akan menjadi tempat isolasi sementara.

“Kita berharap, musibah ini cepat berakhir, agar situasi normal kembali,” pungkas Roedito. (Jon)