Antisipasi Area Black Spot, Inilah Yang Dilakukan Satlantas Polres Purworejo

    


Antisipasi area black spot, Satlantas Polres Purworejo lakukan sosialisasi dan pemasangan papan himbauan di lokasi rawan kecelakaan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk mengantisipasi adanya area Black Spot, yakni, ruas jalan radius 300-500 meter, dimana di lokasi ini sering terjadi kecelakaan, dengan nilai bobot minimal 30 dalam satu tahun, Unit Laka Satlantas Polres Purworejo melaksanakan kegiatan rekayasa lalulintas di lokasi rawan laka.

Di wilayah Purworejo sendiri, belum ada area Black Spot, namun sudah mendekati, yakni di Jl. Brigjend Katamso (depan PKU), serta jalur alternatif Bakurejo – Nambangan – Sumberagung (Kecamatan Grabag).

“Korban meninggal dunia
bobotnya 10, luka berat 5, dan luka ringan bobotnya 1,” jelas Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, melalui Kanitlaka, Aiptu Tukul Puji Purwiyono, Jum’at (10/8).

Rabu (1/8) lalu, Satlantas Polres Purworejo melaksanakan kegiatan rekayasa lalulintas di jalur alternatif jurusan Desa Bakurejo – Sumberagung – Nambangan. Berdasarkan hasil Anev semester I tahun 2018, di lokasi jalur tersebut rawan kecelakaan, dikarenakan banyak persimpangan, pemukiman padat, dan rapat penduduk.

Di lokasi tersebut, terang Puji, pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Desa Bakurejo, Nambangan, dan Sumberagung, dengan melakukan sosialisasi, serta memasang papan himbauan dengan bahasa edukatif dan kekinian di sejumlah titik.

Contoh bahasa yang dipakai dalam papan himbauan, Dicari Perjaka dan Gadis yang Tertib Berlalulintas, Jatuh di Aspal Tak Seindah Jatuh Cinta, Jangan Kecelakaan di Sini Rumah Sakit Jauh, dan Jangan Kebut-kebutan Bang! Adik Belum Siap Menjanda.

Itu, kata Puji, sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kejadian laka lantas berulang, serta untuk meminimalisir fatalitas korban apabila terjadi kejadian laka lantas sehingga ruas jalan tersebut tidak menjadi blackspot atau titik hitam kejadian laka lantas.

“Penyebab laka lantas, 95 % karena faktor manusia. Bisa disebabkan karena kelalaian, kurang konsentrasi, dan kurang memperhatikan arah depan,” terang Puji.

Dibanding tahun lalu, kata Puji, untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni, di wilayah Purworejo terjadi 230 kejadian laka lantas, dengan korban meninggal dunia 65 orang. Untuk tahun ini, dalam periode yang sama, terjadi 206 kejadian laka lantas, dengan korban meninggal dunia 49 orang. (Jon)