Anjing-anjing Cantik Diatas ‘Red Carpet’ dalam Sosialisasi Rabies

    


Pecinta anjing di Denpasar mengikuti kontes anjing sehat dalam mensosialisasikan rabies di kalangan penghobinya - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Rabies yang jatuh pada 28 September  2018 kemarin, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar bersinergi dengan Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) wilayah Bali serta yayasan BAWA Bali, menyelenggarakan kegiatan Latihan Bersama (latber) Anjing Sehat dan Sosialisasi Rabies, Minggu (30/9) di Lapangan parkir Utara Taman Kota Lumintang.

Uniknya, anjing-anjing yang dimiliki para Dog Lover didandani dan mengenakan kostum atau pakaian yang senada dengan pemiliknya. Semua anjing ini akan mengikuti latihan bersama yang dilombakan.

Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, I Gede Ambara Putra mengatakan, walaupun Kota Denpasar selama tiga tahun berturut-turut sudah dinyatakan bebas rabies, namun hal-hal seperti ini akan tetap dilaksanakan agar anjing di Kota Denpasar sehat.

Kontes anjing dan sosialisasi rabies ini pertama diadakan. Selain kontes, anjing-anjing tersebut juga divaksin dan disterilisasi maupun kastrasi. Khusus kastrasi dan sterilisasi diperuntukkan untuk anjing lokal secara gratis.

“Selain itu kita juga mengedukasi masyarakat bagaimana caranya memelihara anjing yang baik  dan meminta agar masyarakat tidak membuang anjing secara sembarangan. Jika punya anjing dan tidak bisa memelihara sendiri agar menghubungi Dinas Peternakan atau yayasan yang peduli anjing,” kata Ambara.

Tercatat terdapat 22 ekor anjing yang divaksin rabies dan 18 ekor anjing yang disterilisasi.

Sementara itu, Sekretaris Umum Perkin wilayah Bali, AA Oka Ambara mengatakan, acara ini juga sebagai ajang pemanasan sebelum digelar event dog show. Ada tiga jenis lomba yang dilaksanakan yaitu lomba anatomi, diikuti semua trah baik kecil, sedang, maupun menengah, lomba makan dan juga lomba fashion show.

Tujuannya agar anjing Bali semakin berkualitas terlatih dan khusus untuk persyaratan lomba anatomi anjing harus memiliki stambum dan ada tingkatan kelas yaitu 3 sampai 6 bulan, 6 sampai 9 bulan, 9 sampai 12 bulan, 12 sampai 15 bulan, 15 sampai 18 bulan dan di atas 18 bulan.
Ia juga mengatakan, Bali punya anjing ras asli Bali yaitu anjing Kintamani.

“Berbanggalah karena tahun 2018 Anjing Kintamani sudah diakui dunia untuk yang warna putih, anggrek atau loreng, dan hitam,” katanya.

Adapun untuk peserta yang mengikuti lomba ini lebih dari 50 ekor anjing. (hum/ari)