Anies Galang Kekuatan Antisipasi Banjir Jakarta

    


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya dalam apel tanggap bencana banjir di Jakarta, Rabu, 30 September 2020 - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, potensi banjir di Jakarta pada pergantian musim, diantisipasi dengan koordinasi tanggap bencana banjir. Anies mengatakan, ada tiga potensi ancaman banjir di Jakarta.

Disebutkan, banjir Jakarta disebabkan oleh aliran daerah pegunungan di sekitar Jakarta. Air dari pegunungan itu mengalir dari 13 sungai yang ada di Jakarta.

“Yang kedua hujan lokal yang terjadi di Jakarta dan banjir rob karena peningkatan permukaan air laut,” kata Anies dalam apel tanggap bencana banjir di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

Anies menambahkan, daratan di pesisir Jakarta juga mengalami penurunan permukaan. Kondisi itu harus diantisipasi dengan baik. Potensi Banjir tahun ini juga ditambah dengan fenomena La Nina yang menyebabkan penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur.

“La Nina menandakan akan ada penghujan yang besar dan waktunya panjang,” ujarnya.

Tiga front potensi banjir di Jakarta, kata Anies, harus diketahui sejak awal terutama terkait volume maupun potensi ancaman terhadap keselamatan warga.

Januari tahun 2020, DKI Jakarta mengalami curah hujan terbesar sepanjang sejarah dalam kurun waktu 150 tahun. Curah hujan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta mencapai 300 milimeter per hari.

Memasuki penghujung akhir tahun 2020, Pemprov DKI melakukan antisipasi hujan ekstrim yang akan terjadi.

“Akibat perubahan iklim global, hujan singkat tapi amat intensif. Hujan yang pendek, lokal, tapi volume airnya luar biasa banyak. Ini yang harus kita antisipasi sama-sama,” kata Anies. (Bob)