Angka Covid-19 di Bali Naik Tajam, Kelompok Rentan Tertular di Rumah

    


Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Hampir selama sepekan grafik covid-19 di Bali meningkat drastis. Angka rata-rata harian terkonfirmasi covid-19 mencapai ratusan orang.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan tanggapan, paparan virus corona saat ini sudah menginfeksi di dalam rumah. Artinya, ia menjelaskan, sebelumnya covid-19 hanya menginfeksi orang dengan aktifitas tinggi di luar rumah, dengan intensitas kerumunan yang juga tinggi.

“Ini yang harus kita jaga bersama-sama. Awalnya mereka yang terinfeksi, berada di luar rumah, dan rata-rata berusia muda dengan imunitas tinggi,” kata Dewa Indra di Denpasar, Sabtu, 5 September 2020.

Hal yang mengkhawatirkan, kata Dewa Indra, jika penularan di dalam rumah itu menjangkiti orang dengan kelompok resiko rentan, atau orang dengan riwayat penyakit bawaan (komorbid).

“Dari sisi usia juga sudah lanjut, tingkat imunnya juga tidak sebaik kelompok muda. Kelompok rentan ini yang harus kita jaga betul,” tambahnya.

Ia menjelaskan, fase yang terjadi sekarang sudah diantisipasi sebelumnya, ketika covid-19 kali pertama ditemukan di Bali. Upaya ‘mengunci’ Bali dari mobilitas orang, baik antar pulau maupun pembatasan aktifitas dikatakan, untuk menekan penularan secara berantai.

“Jadi kenapa dulu diarahkan supaya diam di rumah, maksudnya agar tidak keluar ambil penyakit dan menularkannya di rumah,” ujarnya.

Namun, ia mengakui, penyebaran covid-19 yang telah masuk di lingkungan terkecil yakni, keluarga, sudah terjadi. Penjelasan yang ia sampaikan bukan menjadi pembenaran.

Dalam menangani kelompok rentan itu, pemerintah bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Bali, meminta rumah sakit melakukan penanganan kepada pasien dengan baik.

“Bagi kami tidak cukup. Untuk itu dalam menangani kelompok rentan, pemerintah meminta rumah sakit harus melayani dengan baik,” jelasnya.

Sementara, angka kematian yang terus bertambah menurutnya, juga terjadi pada kelompok usia lanjut yang rata-rata berusia diatas 50 tahun. Penyebab meninggal dunia, bukan semata-mata virus covid-19. Namun, virus covid-19 memperparah penyakit bawaan yang sudah diidap pasien. (Way)