Angka Corona di Bali Menurun Kunjungan Wisnus Meningkat

    


Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi yang menjadi ikon Provinsi Bali, terletak di kawasan Renon, Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, penyebaran Virus Corona di Provinsi Bali saat ini semakin terkendali. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya pasien sembuh, sedangkan angka keterjangkitan covid-19 semakin berkurang.

Kondisi itu menumbuhkan kepercayaan wisatawan berkunjung ke Bali. Gubernur menyatakan, gerakan ‘We Love Bali’ berdampak positif dengan meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali dalam beberapa pekan terakhir.

“Sejak pandemi merebak pada Maret lalu, Pemprov Bali mengambil berbagai upaya serta kebijakan pencegahan penyebaran dan penanganan Virus Corona, termasuk upaya pemulihan ekonomi,” kata Gubernur saat bertemu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Denpasar, Sabtu (7/11/2020).

Pemulihan ekonomi Bali itu juga didukung oleh dana hibah pariwisata kepada pelaku usaha akomodasi pariwisata seperti, hotel maupun restoran. Koster mengatakan, dana hibah itu sudah dalam proses penyaluran.

Pemerintah Provinsi, kata Gubernur, berupaya memperjuangkan pinjaman lunak bagi pengusaha pariwisata agar usahanya tetap berjalan.

“Dan memberikan gaji kepada karyawannya, sambil menunggu kondisi pariwisata normal kembali,” jelasnya.

Sementara, Kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu, secara nasional berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp 914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur. Jumlah itu terdiri atas 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp 361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp 552,69 triliun.

“Terlihat, debitur perusahaan pembiayaan secara kuantitas lebih mendominasi sebanyak 98.828 kontrak, nilainya Rp 6,39 triliun,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Regional Bali dan Nusra Wimboh Santoso, Sabtu (7/11/2020).

Data yang disampaikan tercatat hingga 21 Oktober 2020. Sedangkan debitur UMKM sebanyak 83.399 dengan nilai Rp 16,68 triliun. Debitur KUR yang mendapatkan restrukturisasi ada 78.076 debitur dengan nilai Rp 3,36 triliun.

“Total debitur program restrukturisasi sebanyak 184.002 debitur dengan nilai Rp 28,54 milyar,” kata Wimboh Santoso. (Way)