Ambara Putra: AMERTA Hadir Menjawab Kebutuhan Kota Denpasar

    


Calon Walikota Denpasar Nomor Urut 2, Gede Ngurah Ambara datang menyambangi Sekaa Santhi di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Rabu (18/11/2020) malam - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Suasana Bali ‘tempoe doeloe’ terasa sangat kental saat tetabuhan geguntangan mengiringi alunan tembang yang disenandungkan Sekaa Santhi Giri Swara terdengar merdu.

Atraksi seni budaya ini dipentaskan ketika Calon Walikota Denpasar Nomor Urut 2, Gede Ngurah Ambara datang menyambangi Sekaa Santhi di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Rabu (18/11/2020) malam.

Secercah harapan pun dilontarkan oleh Sekaa Shanti yang berjumlah kurang lebih 30 orang ini. Mereka berkomitmen memilih Paslon Amerta. Karena menginginkan seni budaya ini bisa tetap eksis di tengah era globalisasi.

Koordinator Pesantian Giri Swara, Sri Artha mengaku sangat mengenal dekat dengan Ngurah Ambara.

“Saya mengenal beliau sejak 10 lalu. Beliau sangat konsen terhadap seni budaya, khususnya sekaa pesantian. Tidak hanya di Denpasar, sampai ke Buleleng beliau ikut pesantian,” ujarnya.

Ia pun berharap, jika Ngurah Ambara terpilih nanti, seni budaya diberikan ruang untuk mengekspresikan diri, sehingga budaya sebagai identitas bangsa, khususnya di Denpasar bisa tetap ‘ajeg’.

“Dengan konsep Denpasar Berseri, Denpasar Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing, saya yakin Denpasar akan menjadi kota yang diidam-idamkan kita semua. Semoga beliau bisa duduk menjadi Walikota Denpasar,” harapnya.

Tim Pemenangan Amerta Putra Suarjana mengatakan bahwa malam ini adalah malam istemewa.

“Istimewa ini sebagai tanda bahwa beliau Ngurah Ambara sudah menunjukkan intensitasnya sebagai kandidat calon,” ungkapnya.

Melihat kesungguhan itu, dirinya berharap kepada para sekaa ini untuk tidak ragu menjatuhkan pilihan kepada Paslon Amerta ini, demi keberlangsungan seni budaya ini.

“Dengan konsep yang sangat mendasar untuk Kota Denpasar, kita semua yang ada di Denpasar menginginkan agar Denpasar tumbuh dan berkembang menjadikan Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing,” jelasnya.

Menurutnya, konsep yang tertuang dalam visi misi dan program yang diusung tersebut merupakan tanda bahwa Paslon Amerta sangat mengenal dan mendalami betul napas Kota Denpasar.

“Selain beliau sangat memahami birokrasi dan juga manajemen dalam mengelola pemerintahan itu sendiri, beliau memiliki tekad yang kuat dalam memajukan seni dan kesenian yang ada di Denpasar,” tandasnya.

Sementara itu, Ngurah Ambara menjelaskan bahwa visi misi dan program yang diusung bersama dengan calon wakil walikota Denpasar Made Bagus Kertha Negara ini, tak lebih untuk ingin menjawab segala persoalan yang ada di Ibu Kota Provinsi Bali ini.

“Pemerintah harus hadir dan berpihak kepada masyarakat. Untuk itulah saya bersama calon wakil ikut dalam kontestasi Pilwali ini. Yakni bermuara pada mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut tokoh masyarakat asal Kenyeri ini, berbagai program pun telah dirancang sebagai upaya mewujudkan Kota Denpasar lebih baik lagi.

Diantaranya, sebut dia, program bantuan kelahiran Rp 1 juta, meninggal dunia Rp 10 juta, prajuru banjar adat Rp 30 juta per tahun, dana kegiatan PKK Rp 5 juta per tahun, dan dadia Rp 5 juta per tahun dan sekaa teruna Rp 25 juta per tahun, dana subsidi untuk pendidikan, dan kesehatan gratis bagi pekerja non formal.

“Tujuan dari program kami ini untuk mengembalikan seluruh hak masyarakat yang ada di Kota Denpasar. Kami ingini berbuat lebih banyak untuk masyarakat dan menabung karma,” tegasnya.

Sebelum menyambangi sekaa pesantian ini, Ngurah Ambara juga hadir dan menemui Pasemetonan Arya Tegeh Kori, Desa Sumerta Kaja Denpasar Timur. Ambara pun diterima dengan hangat di pesemetonan ini.

“Semoga beliau terpilih, sehingga program pro rakyat ini bisa kami rasakan,” ujar salah seorang anggota Pasemetonan Arya Tegeh Kori Desa Sumerta Kaja Denpasar Timur. (Way)