Alumni Nasional Peradah Indonesia Bertemu di Denpasar

    


Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara memberi sambutan dalam TAN DPN Peradah Indonesia - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kota Denpasar menjadi tempat pelaksanaan Temu Alumni Nasional Dewan Pimpinan Nasional (TAN DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, di Sanur, Senin (10/9/2018).

Berkumpul sejumlah alumni Peradah Indonesia dari seluruh daerah yang sempat memegang tongkat kepengurusan organisasi Peradah sejak 1984. Para almuni hadir untuk bernostalgia dengan para sahabat seperjuangan selama di kepengurusan Peradah.

Tampak dalam pertemuan alumni Peradah Indonesia dihadiri sejumlah alumni antara lain mantan Menpora RI tahun 1993 sampai 1998, Hayono Isman, Prof. Dr Ketut Widnya, Prof Dr. IB Gede Yudha Triguna, Wayan Suwena, Sylvia Ratnawati Purwanto, Anak Agung Ngurah Wirawan, Gusti Ngurah Oka dan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara yang merupakan alumni Peradah dan juga mantan Ketua Peradah Badung periode tahun 1986 sampai tahun 1997 mengatakan, temu alumni Peradah kali ini merupakan temu kangen dengan dialog kebangsaan yang bisa memberikan suatu ornamen dalam kehidupan berbangsa dan dalam kehidupan.

Selain itu juga untuk menjalin komunikasi dan tali silahturami antara alumni anggota Peradah yang terdahulu dan anggota yang sekarang, agar terciptanya keharmoniasan sesama anggota baik itu alumni maupun anggota saat ini.

Rai Iswara juga mengucapkan terimakasih karena Denpasar khususnya wilayah Sanur dijadikan tempat untuk kegiatan ini.

“Saya atas nama Pemeritah Kota Denpasar sangat menyambut baik dan berterimakasih karena temu kangen dan dialog kebangsaan yang di selenggarakan Peradah Indonesia diadakan di Sanur Denpasar yang merupakan salah satu tempat terindah dan destinasi wisata terbaik di Denpasar,” ungkapnya.

Salah satu alumni Peradah yakni mantan Menpora RI, Hayono Isman mengaku sangat bangga bisa berada di Denpasar dengan para alumni Peradah yang masih setia dengan Pancasila.

“Sepanjang era reformasi ini, Kota Denpasar lah yang paling hebat menurut saya dalam menghadapi perubahan zaman, karena di Denpasar saya lihat masyarakatnya semua saling menghormati dan saling menghargai dengan adat istiadat yang kental seni budaya yang berjalan seirama dengan pembangunan.
Untuk itu saya sangat bangga sekali Temu Alumni Nasional Peradah Indonesia diadakan di Denpasar dan bisa menjadi contoh untuk kita semua,” ungkapnya. (ays/ari)