Alasannya Cuma Susah Diatur, KDRT Suami Tewaskan Istri, Padahal Lagi Mengandung

    


DR (38), warga Bonorowo, Kebumen, akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan isterinya Eni Hermawati (27) tewas - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polres Kebumen akhirnya menetapkan DR (38), warga Bonorowo, Kebumen, sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan isterinya Eni Hermawati (27) tewas.

DR yang sempat menjalani perawatan serius di RSUD Prembun, kini dinyatakan sembuh. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada Rabu (21/11), DR ditahan di Mapolres Kebumen untuk menjalani pemeriksaan.

“Kepada penyidik, tersangka telah mengakui perbuatannya, kalau dia yang menganiaya isterinya hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Suparno saat dikonfirmasi, Kamis (22/11) siang.

Kata Suparno, tersangka mengaku hanya ingin memberikan pelajaran kepada istrinya, Eni Hermawati, yang dianggap tidak menghormatinya sebagai suami. Namun tindakannya diluar kendali. Sang istri malah tewas dengan luka menganga akibat sabetan sabit tersangka, pada Kamis (15/11) dini hari.

Pada saat kejadian, tersangka mengaku hubungannya dengan sang istri sedang tidak hamonis. Menurutnya, isterinya susah diatur. Padahal sebenarnya, tersangka mengaku sangat sayang sama istrinya.

“Setelah tahu istrinya meninggal, tersangka berusaha bunuh diri dengan minum racun Lenit (obat pembasmi serangga). Saat meninggal, korban dalam keadaan mengandung,” ungkap Suparno.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 338 KUHP subs Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Th 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Jon)