Alasan BPJS Kesehatan Denpasar Hentikan Pelayanan ke RSU Bhakti Rahayu

    


Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Ni Made Adhe Sugi Windariani - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Denpasar untuk sementara menghentikan pelayanan BPJS terhadap RSU Bhakti Rahayu Denpasar. Pemberhentian itu terkait dengan masa akreditasi RSU Bhakti Rahayu yang sudah habis pada 4 April 2019 lalu.

Selain RSU Bhakti Rahayu, 6 rumah sakit di Denpasar yang tahun 2019 ini juga habis akreditasi antara lain, RSU Kasih Ibu Tabanan, Rumkit Tingkat II Udayana, RSU Surya Husadha Denpasar, RSU Bhakti Rahayu Tabanan, RSIA Harapan Bunda dan
RSUD Mangusada Badung.

Permenkes No. 34/2017 tentang Akreditasi Rumah Sakit salah satunya menyebutkan, setiap rumah sakit yang sudah mendapatkan ijin operasional harus diregistrasi dan diakreditasi.

Akreditasi terhadap rumah sakit dilakukan secara berkala setiap 3 tahun sekali.

“Kita sudah mendorong terhadap ketujuh rumah sakit yang sampai tahun 2019 ini habis masa akreditasi, agar memperpanjangnya. Terhadap RS Bhakti Rahayu kami sudah melakukan pertemuan dan bersurat, untuk mempercepat proses akreditasi,” jelas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Ni Made Adhe Sugi Windariani, Kamis, 2 Mei 2019.

Terkait dengan pemberhentian sementara RSU Bhakti Rahayu, Sugi menjelaskan, pelayanan peserta BPJS di rumah sakit tersebut dialihkan ke rumah sakit lain.

“Ini tidak ada kendala, karena di Denpasar sendiri ada 34 fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Tapi sebaliknya, dalam satu kota tidak ada Faskes lanjutan itu akan jadi kendala,” tambah Sugi.

Dikatakan lagi, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena faktor akreditasi semata. Ada juga rumah sakit yang diputus kerja samanya karena tidak lolos kredensialing, sudah tidak
beroperasi, atau surat ijin operasionalnya sudah habis masa berlakunya.

Hingga akhir April 2019, secara nasional terdapat 2.428 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan. Jumlah itu terdiri dari 2.202 rumah sakit dan 226 klinik utama.

Sugi menjelaskan, dari 720 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang pada Desember 2018 lalu belum terakreditasi, saat ini jumlahnya menurun menjadi 271 rumah sakit. (Way)