Alasan Bosan Hidup, Pria Ini Tempuh Caranya Sendiri

    


Jenasah Cahyadi Binuko, warga Kelurahan Doplang RT.1 RW.2, yang tewas karena gantung diri – foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Warga Kelurahan Doplang, Purworejo gempar. Salah satu warganya yang tinggal di RT.1 RW.2, Cahyadi Binuko (54) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya menggunakan tali rafia, Senin (31/10).

Informasi menyebutkan, Suranti, ibu korban, adalah orang pertama kali menemukan korban gantung diri di dapur rumah. Oleh Surati (75), hal itu diberitahukan kepada suaminya, Bambang Sudewo (80) sekitar pukul 10.00 WIB. Namun oleh Bambang Sadewo kejadian itu tidak langsung dikabarkan pada warga sekitar.

Bambang justru memberitahukan hal itu ke pengurus jemaat gereja, sehingga warga baru mengetahui korban gantung diri setelah para pengurus jemaat berdatangan ke rumah korban, sekitar jm 12.00 WIB.

“Ada dugaan, korban nekat gantung diri karena permasalahan ekonomi keluarga,” kata Maryoto, tetangga korban.

Diketahui, korban selama ini tinggal dengan orangtua dan adiknya. Kedua orang tua korban sudah tua dan agak pikun, sementara adiknya juga sudah tidak berbuat apa-apa karena sakit menahun. Untuk hidup sehari-hari mereka mengandalkan salah satu adik korban yang bekerja di Tangerang.

Cerita Maryoto, tetangganya itu sering mengeluh bosan hidup. Dia merasa malu karena selalu jadi beban keluarga, dan tidak punya penghasilan.

Dari penuturan warga lainnya, korban merupakan lulusan UGM dan pernah menjalani perawatan di RSJ Magelang selama lima tahun.

“Nggak nyangka, kalau korban akan mengakhiri hidupnya dengan cara setragis itu,” ujar Marwoto.
 
 
Jon