Aktifitas Belajar Tingkat SMA Sederajat di Bali Normal Sesuai Protap Covid-19

    


Kadispora Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa (berkaus hitam) bersama sejumlah media di Bali saat kegiatan disinfeksi di kawasan Sanur, Denpasar, Minggu, 15 Maret 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali belum mengeluarkan penetapan untuk melibatkan siswa tingkat SMA/SMK sederajat. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal seperti biasa.

Pun, dengan jadwal ujian nasional tidak berubah sesuai agenda dari Kementerian Pendidikan.

Kadispora Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, pihaknya juga mendengarkan masukan dari satuan pendidikan terkait tetap dilaksanakan ya proses belajar mengajar secara normal.

“Sesuai dengan arahan Bapak Sekda, sekolah di bawah kewenangan Provinsi Bali tetap melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasa,” ujar Boy saat mengikuti kegiatan disinfeksi di Sanur, Minggu, 15 Maret 2020.

Soal keputusan SD hingga SMP yang telah ditetapkan belajar di rumah mulai 16-31 Maret 2020, Boy mengatajan, hal itu menjadi kewenangan Bupati/Walikota.

“Kecuali SD dan SMP yang jadi kewenangan pak Bupati atau Walikota, itu silakan diatur. Tapi kalau Bapak Sekda, yang juga selaku ketua Satgas, menugaskan kepada kami untuk jalan terus,” jelasnya demikian.

Hanya saja, dengan tetap belajar secara normal, protokol kesehatan wajib diberlakukan di setiap sekolah. Terutama untuk kebutuhan sanitasi seperti cairan pembersih kuman, virus dan bakteri, harus disediakan dan mudah dijangkau oleh siswa.

Protokol kesehatan dalam menghadapi wabah covid-19 di satuan pendidikan, dikatakan Boy, harus dilaksanakan secara menyeluruh.

“Setiap akan masuk kelas ada hand sanitizer, sesuai SOP ataupun protokuler arahan pusat,” ujarnya demikian.

Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimaksud sesuai Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan. Salah satu poin yang tertuang dalam SE itu yakni, meminta agar satuan pendidikan memastikan ketersediaan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Termasuk, alat pembersih sekali pakai (tisu) di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan.

“Itu wajib dilakukan oleh setiap sekolah,” kata Boy Jayawibawa.

Sementara, terkait event olahraga seperti Porsenijar, Boy menegaskan bahwa itu tetap dilakukan sesuai dengan rencana.

“Kecuali Denpasar yang lain tetap lancar,” tegasnya. (Way)