Akhir Agustus Underpass Ngurah Rai Selesai, September Siap Dipelaspas

    


Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai - foto: Ari Wulandari/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembangunan terowongan (Underpass) Simpang Tugu Ngurah Rai, Bali, diperkirakan akan rampung 100 persen pada akhir atau 31 Agustus 2018 mendatang.

“Saat ini kemajuan pembangunan underpass sudah mencapai sekitar 99 persen dan akan selesai pada akhir bulan Agustus ini,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Nyoman Yasmara, di Badung, Rabu (29/9/2018).

Menurut dia, saat ini, pihaknya hanya tinggal melakukan pekerjaan akhir dengan menambahkan sejumlah ornamen, instalasi penerangan jalan dan penataan taman di sekitar terowongan.

Ia mengatakan, pembangunan underpass Simpang Ngurah Rai awalnya diperkirakan akan dikerjakan selama 13 bulan dan ditarget akan selesai pada 20 Oktober 2018. Namun, pengerjaan underpass tersebut mampu dipercepat sehingga dapat selesai akhir bulan Agustus ini.

“Meskipun pengerjaannya lebih cepat, namun kami tetap mengutamakan mutu dan kualitas proyek. Kami juga tidak mengabaikan keselamatan kerja dan juga melibatkan sejumlah tim ahli dalam proses pembangunan dari perencanaan hingga pengawasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah pengerjaan pembangunan selesai, akan dilakukan uji coba dan uji laik fungsi untuk menjamin underpass Simpang Tugu Ngurah Rai layak dan aman untuk dilewati pengendara.

Setelah itu, pada pertengahan bulan September nanti direncanakan akan dilakukan upacara Melaspas atau upacara peresmian secara Agama Hindu sebelum underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang terletak di sekitar kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu resmi dibuka dan dapat difungsikan.

“Kami masih belum dapat informasi underpass Simpang Tugu Ngurah Rai akan diresmikan pada tanggal berapa,” kata Nyoman Yasmara.

Selain untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan itu, underpass Simpang Tugu Ngurah Rai juga dibangun untuk mendukung pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Bali pada bulan Oktober mendatang. (Ari)