Ahli Patologi Berikan Tips dan Trik Aman dari Covid-19 saat Liburan Nataru di Bali

    


Kedatangan wisatawan domestik ke Bali melalui bandara Internasional Ngurah Rai dengan menerapkan prokes ketat - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pandemi masih berlangsung. Namun Bali tetap dilirik sebagai destinasi utama untuk menghabiskan waktu libur, terutama bagi wisatawan domestik. Terlebih, memasuki bulan Desember yang bertepatan dengan libur panjang Natal dan Tahun Baru. Wisatawan domestik diperkirakan akan membanjiri pulau Dewata.

Prediksi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali juga berpotensi memicu lonjakan angka covid-19. Sekalipun saat ini, kata ahli patologi dr. I Nyoman Gde Sudana Sp.Pk., penyebaran covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun.

“Kita harus waspada jangan sampai kena gelombang ketiga, Singapura sebagian terkena gelombang ketiga,” kata Gde Sudana di Tanjung Benoa, Badung, Bali, Selasa, 16 November 2021.

Menurutnya, agar liburan tetap aman dan nyaman, calon wisatawan harus memperhatikan beberapa hal menyangkut disiplin penerapan protokol kesehatan. Salah satunya adalah dengan menggunakan tes RT-PCR yang hasilnya benar-benar akurat. Tes PCR sendiri menjadi golden standar dengan hasil 99% akurat.

Namun, kalau hanya untuk skrining, ia menyarankan bisa dengan menggunakan rapid antigen. Prokes berupa RT-PCR maupun antigen sangat penting dibutuhkan, mengingat virus bisa masuk melalui hidung dan mata.

“Selain itu, penelusuran singgah melalui aplikasi e-hac kalau menggunakan angkutan udara, juga perlu dilakukan untuk mengetahui zona-zona tertentu yang pernah disinggahi wisatawan,” jelasnya.

Tips dan trik ke Bali yang disampaikannya, juga menyangkut tentang himbauan pemerintah dalam hal vaksinasi. Setiap pelaku perjalanan dengan sadar melakukannya vaksinasi terlebih dulu. Vaksinasi menjadi syarat untuk meningkatkan kekebalan dari serangan virus, termasuk covid-19.

“Selanjutnya adalah, patuhi protokol kesehatan 6M, patuh kepada prokes kita jamin, ditambah dilengkapi dengan vaksinasi agar kasus covid tidak naik saat libur Nataru,” ungkapnya.

Tips yang disampaikan dr. I Nyoman Gde Sudana Sp.Pk., perlu dilakukan mengingat, Sindrome post covid, biasanya terjadi lebih parah. Ia memberikan alasan, pada kondisi pasien komorbid faktor kerusakannya akan terjadi pada organ yang sudah tidak bagus seperti diabetes.

“Ketika kena covid, virus akan mutasi di organ pankreas. Seperti pasien penyakit jantung misalnya, disanalah sasaran virus setelah serangan,” ujarnya.

Sementara, data terbaru penanganan covid-19 di Provinsi Bali pada Senin (15/11/2021) mencatat, angka penambahan positif harian sebanyak 6 orang, kesembuhan 18 orang dan angka meninggal nihil.

“Secara umum masyarakat Bali taat dan tertib aturan. Jadi memudahkan untuk melakukan testing, tracing dan treatment,” kata Nyoman Gde Sudana. (Wahyu Siswadi/Kode: Way)