Agus GB Ramaikan Bursa Pilkada Purworejo 2020

    


Agus GB bersama istri - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bursa Pilkada Purworejo 2020, makin ramai, dengan munculnya kandidat nama-nama baru. Salah satunya, Agus GB, S.Sos. Nama ini, belakangan ini makin santer terdengar, dan disebut-sebut akan maju dalam Pilkada Purworejo.

Kepada sejumlah wartawan, Agus GB menyatakan, bahwa dia memang akan ikut maju dalam Pilkada Purworejo 2020. Bukan tanpa alasan, bagi pensiunan birokrat ini maju Pilkada.

“Adanya dorongan, doa, dan restu dari sejumlah tokoh masyarakat dan politikus, membuat saya berani tampil di pilkada ini. Saya tidak ambisi, tapi kalau mendapat kepercayaan dari masyarakat saya siap mengabdi untuk masyarakat,” kata Agus GB, Sabtu (9/11).

Dalam pilkada nanti, Agus GB mengatakan siap dipasangkan dengan siapa saja, dan siap di posisi cabup maupun cawabup.

Alasan secara politik kenapa Agus GB berani bersaing dengan kandidat lainnya, karena kiprahnya yang nyata, dengan menjadikan dua anaknya duduk di kursi legislatif, Ardi Satya Dharma dan Ajeng
Dewi, SH, MH. Ini, menjadi poin tersendiri baginya.

“Saat ini, saya sedang pendekatan ke sejumlah partai,” ungkap Agus GB, ketika ditanya lewat partai mana dia akan maju.

Lebih jauh Agus GB menyampaikan, seandainya dia sukses dalam pilkada ini, ada skala prioritas yang akan dilakukannya, dengan peningkatan SDM terlebih dahulu.

Menurutnya, Kabupaten Purworejo memiliki banyak sekali potensi dan sumber
daya alamnya. Tapi kalau tidak ditangani oleh orang-orang yang handal di bidangnya, akan percuma saja dan tidak akan membawa kesejahteraan bagi
masyarakat.

“Karena itu, peningkatan SDM sangatlah penting,” ujar Agus GB.

Bagi masyarakat Kabupaten Purworejo nama Agus GB sudah tidak asing lagi. Selain dikenal sebagai seorang pengusaha/kontraktor, dia juga seorang birokrat.

Agus GB menilai, berdasarkan pengalamannya menjadi birokrat selama
28 tahun, bupati belum sepenuhnya memenuhi janji-janjinya, sesuai janji pada awal pencalonannya. Terkesan, semuanya hanya menjadi slogan semata.

“Saya hanya akan bekerja sesuai undang-undang dan konstitusi, dan tak akan obral janji,” pungkas Agus GB. (Jon)