Adukan Jika Ada Indikasi KKN di Bandara Ngurah Rai

    


Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dalam kerjasama pencegahan tindak pidana korupsi di korporasi milik negara, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, keterlibatan KPK dalam kerja sama, untuk membantu dan mendorong, monitor, serta evaluasi agar sistem ini dapat berjalan dengan optimal.

“Paling penting dalam pemberantasan tindak pidana korupsi adalah pencegahan sejak dini, sehingga dapat menghindari kerugian yang timbul,” kata Firli di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (2/3/2021).

PT Angkasa Pura I (Persero) yang mengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, menjalin kerjasama dengan KPK dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyatakan, langkah yang diambil menjadi upaya dalam menegakkan good corporate governance (GCG).

Faik menambahkan, kerjasama dengan KPK sebagai penguatan whistle blowing system atau aduan dengan indikasi pelanggaran yang disampaikan melalui aplikasi. Pengaduan tetap mengutamakan kerahasiaan.

“Kami selaku perusahaan BUMN wajib untuk menegakkan prinsip tersebut, yang merupakan bagian dari prinsip good corporate governance (GCG),” kata Faik Fahmi.

Sebelumnya, Angkasa Pura I telah mengimplementasikan whistle blowing system melalui website http://wbs.ap1.co.id/.

Aplikasi itu untuk menampung pengaduan pelanggaran dan potensi pelanggaran, salah satunya adalah indikasi praktik KKN di internal perusahaan.

Perjanjian PT Angkasa Pura I (Persero) dengan KPK mencakup 5 bidang yakni, penyusunan dan/atau penguatan aturan internal PT Angkasa Pura I terkait penanganan pengaduan, komitmen pengelolaan penanganan pengaduan, penanganan pengaduan melalui aplikasi, koordinasi dan kegiatan bersama penanganan pengaduan, dan pertukaran data dan/atau informasi. (Way)