Ada Bagi-bagi Baju Baru di ‘Krandegan Berbagi’

    


Anak-anak warga Krandegan penerima bantuan baju baru lebaran, berfoto bersama Erlin dan Agus Haryanto, donatur baju lebaran - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Moment tahunan di bulan Ramadhan ini bernama Krandegan Berbagi, yang dikemas dalam kegiatan bakti sosial oleh Pemdes Krandegan, Bayan, Purworejo, Jateng.

Dan tahun ini Krandegan Berbagi sudah ke 10 kalinya, yang dilaksanakan Kamis (28/04/2022) di balai desa setempat. Yang banyak ditunggu dalam Krandegan Berbagi ini, adanya pembagian baju baru gratis bagi warga.

Menurut Dwinanto, Kepala Desa Krandegan, tahun ini ada pembagian 550 baju baru buat warganya, dengan rincian, 250 baju baru buat anak-anak di bawah usia 7 tahun dan 300 lainnya untuk dewasa.

Baju-baju tersebut, merupakan bantuan dari Erlin dan Agus Haryanto, warga Bleber, Krandegan owner Ekidz Clothing.

“Kami tak ingin melihat warga menangis karena tak punya baju lebaran,” kata Dwinanto sambil menambahkan, kegiatan baksos ini sudah dimulai sejak tahun 2013 saat dirinya pertama kali menjadi Kades.

Saat pertama kali mengadakan baksos, cerita Dwinanto, pihaknya hanya dapat Rp 18 juta, kemudian tahun berikutnya naik menjadi Rp 28 juta. Dan tahun ini mendapatkan dana dari donatur sebesar Rp 85. 715.000, yang berasal dari 41 warga Krandegan baik yang merantau maupun tinggal di desa.

Dari dana yang terkumpul tersebut, kata Dwinanto, digunakan untuk pembagian 210 paket sembako gratis, 900 paket sembako murah, dana zakat senilai Rp 30 juta yang akan dibagi besok. Sisa dana lainnya, akan digunakan untuk persiapan irigasi gratis.

“Di baksos ini, ada pasar murah. 900 warga mendapatkan kupon senilai Rp 20 ribu. Dengan nominal tersebut mereka mendapatkan paket berupa gula pasir 1 kg dan minyak goreng 0,9 liter,” jelas Dwinanto.

Selain pembagian baju baru, pasar murah, dalam baksos tersebut juga ada sembako gratis, pengobatan gratis, santunan anak yatim dan bantuan cair langsung.

“Saya berharap semua warga Krandegan dapat merayakan Lebaran dengan suka cita karena kebutuhannya terpenuhi. Termasuk pakaian baru yang biasanya dipakai saat hari raya,” pungkas Dwinanto. (Jon)