ACT Kembali Kirim Kapal Kemanusiaan Ke Palestina Jilid II

    


Keterangan foto: Syeckh As'ad bersama tim ACT saat menggelar keterangan pers kapal kemanusiaan /foto: koranjuri

KORANJURI.COM- Setalah sukses mengantarkan bantuan misi kapal kemanusiaan sebanyak 2000 ton beras ke Palestina pada bulan Februari 2018 , tahun 2019 ini Aksi cepat Tanggap ( ACT ) akan mengulang kembali pengiriman bantuan kapal kemanusiaan sebanyak 10rb ton bahan pangan ke Palestina.

‘ Diharapkan bantuan tersebut akan sampai sebelum puasa ramadhan 2019.” Kata Septi, selaku tim kapal kemanusiaan Palestina jilid II.

Selama ini bantuan kemanusian negara negara muslim dunia utamanya negara Indonesia ke Palestina terus mengalir. Baik berupa pangan, kesehatan maupun diplomasi politik luar negeri Indonesia yang terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina atas tanah kelahiranya.

Selama lebih dari 52 tahun negara Palestina memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan zionis. Bahkan dalam satu decade terakhir, kondisi rakyat Palestina sangat memprihatinkan.

‘ Hanya sekitar 3% kebutuhan air di Palestina yang layak di konsumsi, sisanya terkontaminasi. Pasokan listrik hanya 4jam perhari . Lebih dari 6489 warga Palestina di tangkap zionis, seribu lebih diantaranya mereka adalah anak anak’ Jelas Syeikh As’ad Hammouda dari Gaza, Palestina kepada awak media, Jumat (15/3/19) di salah satu hotel swasta di kota Solo mengawali misi kapal kemanusiaan Palestina jilid II.

Di tambahkan oleh Syeikh As’ad, kondisi negara Palestina saat ini sangat memprihatinkan. Perjuangan rakyat Palestina atas tanah kelahiranya tiada henti, meski dengan segala keterbatasan yang ia miliki. Pembangunan tembok di jalur Gaza semakin mengisolir warga Palestina dari negara negara luar.
Imbasnya segala kebutuhan hidup rakyat Palestina tidak tercukupi.

1,4jt rakyat Palestina hidup dalam pengungsian, 1.7jt mengalami krisis pangan, 1,9jt mengalami krisis air, 1,2jtmengalami krisis kesehatan. Kebutuhan makan sehari hari hanya ada di siang hari, karena sulitnya mencukupi kebutuhan bahan makanan.

Peran media jelas Syeikh As’ad dalam hal ini sangat penting di dalam memberikan penjelasan secara nyata kondisi di Palestina. Di akui oleh Syeikh As’ad, selama ini dukungan negara adidaya terhadap kaum zionis membuat mereka mampu memainkan media sehingga memutar balikan fakta nyata kondisi yang ada di Palestina.

Namun Syeikh As’ad meyakini jika negara Indonesia akan selalu ada untuk bangsa Palestina.
Sulitnya menembus medan jalur Gaza tak membuat penyaluran kapal kemanusiaan ACT kandas di tengah jalan. Ada mitra di jalur Gaza yang akan menuntun rute penyaluran bantuan kemanusiaan untuk sampai kepada rakyat Palestina, seperti dalam misi kapal kemanusiaan pertama.

Akan tetapi hal itu tentunya menjadi rahasia ACT dan mitra kemanusiaan di jalur Gaza. / Jk