Abdullah Syam Kembali Pimpin DPP LDII

    


Presiden Joko Widodo menghadiri Musyarawah Nasional ( Munas ) LDII VIII yang berlangsung selama tiga, 8-10 November 2016, di Balai Kartini Jakarta - foto: Lanjar Artama/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Prof Dr KH Abdullah Syam M.Sc secara menyakinkan kembali diberi amanah untuk memimpin Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) untuk periode 2016-2021. Dalam Musyarawah Nasional yang diikuti 34 DPW se-Indonesia sebanyak 32 DPW kembali mempercayakan KH Abdullah Syam untuk memegang pucuk pimpinan pusat LDII.

Dalam menahkodai selama lima tahun ke depan Prof Dr KH Abdullah Syam M.Sc didampingi beberapa ketua, diantaranya Ir H Prasetyo Sunaryo Mt, Ir Chriswanto Santoso M.Sc, H Ahmad Kuntjoro SE. MBA, Dr H Rathoyo Rasdan, MBA, H Supriasto SH MH, sedangkan untuk Sekretaris Umum dipercayakan kepada H Doddy Taufik Wijaya Ak.M.Com dan Bendara Umum dipegang H Sidiq Waskito BA.

Sekretaris DPW LDII DIY Atus Syahbudin yang mengirimkan rilisnya sesampainya di Yogyakarta mengatakan Musyarawah Nasional ( Munas ) LDII VIII yang berlangsung selama tiga, 8-10 November 2016, yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta dihadiri 1.500 anggota LDII yang terdiri atas peserta dan peninjau, baik dari Indonesia maupun perwakilan dari Malaysia dan Australia.

Dosen Fakultas Geografi UGM ini menambahkan dengan mengambil tema Keniscayaan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia, Kemampuan Pendayagunaan Teknologi Digital, dan Pengembangan Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan, pada pertama hari sekaligus berkenan memberikan sambutan yakni Menteri Agama,Menteri Agama, Lukman Hakim Saefudin, yang mengutarakan kesyukurannya dan apresiasi setinggi-tingginya bahwa Munas LDII tidak hanya memenuhi agenda 5 tahunan untuk memilih kembali pengurus baru, namun juga mengangkat tema yang sangat strategis terkait peningkatan SDM, Ekonomi Keumatan (Ekonomi Syariah) dan Pemanfaatan Teknologi Digital.

Secara khusus, imbuh Atus, Lukman mengungkapkan bahwa Gerakan Menghormati Guru adalah luar biasa strategisnya. Di samping sarana dan prasarana serta perangkat lunak, gurulah yang berperan sangat strategis dalam pendidikan, termasuk pendidikan agama, karena mentransformasikan nilai-nilai yang menjadi landasan dalam kehidupan.

“Hari ini anak-anak belajar agama sebagai jamaah facebookiyah atau bersumber Kanjeng Google. Tidak ada waktu lagi untuk bertabayun atau sekedar bertanya apakah berita tersebut berasal dari pihak yang memiliki otoritas,” jelas Lukman yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Sementara itu di hari kedua turut memberikan sambutan Presiden Jokowi. Dalam sambutannya Presiden Jokowi menyatakan sangat mendukung Gerakan Menghormati Guru.

“Ini akan saya teruskan kepada Mendiknas untuk bisa menjadi gerakan nasional,” kata Jokowi. Presiden juga berkisah tentang pengalamannya saat masih menjadi siswa SD pada tahun 1970-an.

“Dahulu guru-guru ketika datang ke sekolah selalu disambut oleh para murid di gerbang sekolah. Lalu murid mencium tangan guru dan menuntun sepedanya. Inilah yang hilang dari Bangsa Indonesia,” kenang Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga menyampaikan menghormati guru merupakan karakter Bangsa Indonesia dan harus dikembalikan lagi.

Terkait Gerakan Menghormati Guru, Atus mengatakan DPW LDII DIY siap mensosialisasikan serta mengelorakan semangat gerakan ini. Sehingga ke depan diharapkan murid-murid akan selalu dan senantiasa mengormati guru.
 
 
Anjar