90 Siswa SMK Kesehatan Purworejo Angkatan Kedua Diwisuda

    


Nuryadin, S.Sos, saat mewisuda siswa kelas XII SMK Kesehatan Purworejo angkatan kedua, Senin (14/5), di Gedung Wanita Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 90 siswa SMK Kesehatan Purworejo, menjalani wisuda dan wasanawarsa, Senin (14/5), di Gedung Wanita Purworejo. Para siswa yang diwisuda ini, dari kelas XII jurusan keperawatan dan farmasi.

Dipimpin oleh Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, acara wisuda berlangsung khidmat, yang ditandai dengan pengalungan samir, penyerahan ijasah secara simbolis, dan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat, serta pembacaan Prasetya Alumni.

“Para siswa yang diwisuda juga menjalani sumpah profesi, dipimpin oleh bapak Sofian Deddy Sarjana S.Kep.Ns.,M.Pd, dari Asosiasi Profesi Asisten Tenaga Kesehatan,” ujar Nuryadin, Senin (14/5), usai acara wisuda.

Dari 90 siswa lulusan angkatan kedua ini, jelas Nuryadin, untuk siswa dengan peringkat 1 UNBK, diraih Indah Widiyarti, jurusan farmasi, dengan nilai 333. Peringkat kedua, Mei Utami, jurusan farmasi, nilainya 310,5. Dan peringkat ketiga dengan nilai 309,5 diraih Zahra Salsabila F, dari jurusan farmasi.

Acara wisuda dan wasanawarsa ini, menurut Nuryadin, sudah menjadi agenda rutin di akhir tahun pelajaran, setelah siswa menjalani study, baik itu UNBK dan uji kompetensi.

“Acara wisuda juga menjadi puncak dari kegiatan ekstra kurikuler. Siswa akan menunjukkan kebolehannya dengan pentas disini. Kegiatan ini juga menjadi strategi sekolah untuk promosi,” jelas Nuryadin.

Nuryadin menegaskan, bahwa SMK Kesehatan Purworejo, merupakan satu-satunya sekolah di Purworejo yang menggunakan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) ASNAKES, dalam menguji kompetensi siswanya di bidang keperawatan dan farmasi. Itu artinya, lulusan SMK Kesehatan Purworejo yang lulus uji kompetensi, sudah kompeten (ahli) di bidang keperawatan dan farmasi.

Dari jumlah lulusan siswa tahun ini, terang Nuryadin, sekitar 40 % sudah terserap di dunia kerja. Nuryadin menilai, program unggulan bekerja sambil kuliah, ternyata banyak sekali peminatnya. Sementara sisanya, melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, atau bekerja di wilayah Purworejo

Nuryadin berharap, pada siswa yang menjalani wisuda, bisa menjadi anak yang lebih baik, berbakti pada orangtua, nusa dan bangsa, dengan berpedoman 4 T ( tertib beribadah, tertib belajar, tertib berorganisasi, dan tertib dalam bekerja.

“Masyarakat bisa mengapresiasi karya kami. Bagi masyarakat yang putra-putrinya bercita-cita menjadi asisten tenaga kesehatan di bidang keperawatan dan farmasi, bisa mendaftar di SMK Kesehatan Purworejo,” kata Nuryadin.

Di tahun pelajaran 2018/2019 ini, terang Nuryadin, SMK Kesehatan membuka untuk PPDB. Nuryadin menargetkan, tahun ini dapat 7 rombel (kelas), dengan jumlah siswa 32 per kelas, untuk jurusan keperawatan dan farmasi. Nuryadin optimis, target itu akan tercapai. (Jon)