9 Kabupaten di Bali Berdiri Gedung Majelis Desa Adat

    


Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Minggu (21/2/2021) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster melakukan ground breaking pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung, Minggu (21/2/2021). Gedung yang berlokasi di Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini sekaligus menjadi penanda terwujudnya kantor MDA di 9 kabupayen/Kota di Bali.

Gubernur mengungkapkan kebijakan ini dilakukannya untuk memperkuat keberadaan Desa Adat di Bali. Selama ini, MDA Kabupaten/Kota belum memiliki kantor yang mandiri. Sehingga dengan dibangunnya Kantor MDA tersebut, kami berharap Prajuru Desa Adat mampu menjalankan fungsinya.

“Semua bangunan gedung MDA didesain bergaya arsitektur Bali dengan memiliki lantai 2. Namun, khusus di Kantor MDA Kabupaten Klungkung, bangunannya di desain dengan memiliki parkir basement dan bergaya arsitektur Bali dengan lantai 2,” kata Koster.

Gubernur berharap pembangunannya tepat waktu dengan kualitas yang baik. Mengingat, Gedung MDA menjadi wadah untuk mengimplementasikan 5 bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

“Salah satunya di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya,” ujar Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Sementara, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (Dinas PMA) Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra melaporkan bahwa Pembangunan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Klungkung ini menggunakan aset tanahbmilik Pemprov Bali seluas 10 are.

“Pembangunannya menggunakan dana CSR PT. Waskita Karya (Persero) senilai Rp 3,2 Miliar,” jelas Jaya Seputra.

Ia menambahkan, pembangunan Gedung tersebut dikerjakan selama 5 bulan dan ditargetkan tuntas pada bulan Juli Tahun 2021.

Alasan utama mantan Anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Bali ini, menyatakan, Kantor MDA untuk menguatkan keberadaan Desa Adat.

Gubernur meyakini, Desa Adat berperan penting dalam membentengi kebudayaan Bali yang tersohor, unik, dan menjadi kekuatan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam lingkungannya, dan manusia dengan manusia.

“Desa Adat di Bali inilah yang menjadi ciri khas Pulau Dewata di mata dunia. Sehingga merujuk dari hal itu,” (Way)