7 Pasien Terindikasi Corona di Bali Kebanyakan WNA

    


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr I Ketut Suarjaya memberikan keterangan kepada media terkait antisipasi Bali menghadapi wabah virus corona covid-19 di gedung Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Selasa, 3 Maret 2020 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Otoritas Bali memantau 29 orang yang berstatus dalam pengawasan virus corona covid-19. Data hingga 3 Maret 2020, dari 29 orang dalam pengawasan, 22 diantaranya hasilnya negatif corona.

Sedangkan yang masih menunggu hasil uji laboratorium sebanyak 7 orang. Sementara, status orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya ada 13 orang. Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengatakan, ODP memiliki riwayat pernah mengunjungi negara tempat virus mewabah.

“Tetap kita pantau, meskipun semuanya dalam kondisi sehat dan sudah melewati masa inkubasi virus. Semuanya juga sudah di cek lab, dan jika negatif berarti mereka ini sudah clear,” jelas Suarjaya di Denpasar, Selasa, 3 Maret 2020.

Jumlah kasus dalam pengawasan per 3 Maret 2020 dari RSUP Sanglah sebanyak 3 orang meliputi, bayi laki-laki berusia 11 bulan, perempuan WNI berusia 72 tahun, dan laki-laki berkewarganegaraan Jepang berusia 23 tahun.

Di RSUD Sanjiwani Gianyar 3 orang pasien yakni, perempuan berkewaeganegaraan Rusia berusia 34 tahun, perempuan Denmark berusia 69 tahun dan laki-laki Denmark berusia 68 tahun.

Di RSUD Wangaya Denpasar dirawat 1 orang laki-laki Indonesia berusia 66 tahun.

“Termasuk keluarga orang-orang yang dalam pengawasan, mereka terus dipantau oleh petugas kesehatan,” ujar Suarjaya.

Para pasien tersebut, menurut Suarjaya, mengalami gejala-gejala seperti flu namun masih dalam observasi. Suarjaya mengatakan, pemerintah memberlakukan atensi penuh terhadap kemungkinan resiko yang terjadi. Terutama, jika ada notifikasi dari negara-negara yang warganya berkunjung ke Bali.

Terkait dengan pegawai hotel di Bali yang pernah kontak langsung dengan orang positif corona, Ketut Suarjaya meminta, mereka dirumahkan dan dipantau perkembangan kesehatannya.

“(Untuk pegawai hotel) ini pemantauanya sampai besok (14 hari). Kalau sampai besok negatif, berarti clear, dan mereka berada di rumah masing-masing,” kata Suarjaya. (Way)