68 Tahun Yayasan Dwijendra Bertransformasi Menuju Pendidikan Global

    


Ketua Yayasan Dwijendra Dr Ketut Wirawan SH, M.Hum., bersama Ketua pembina yayasan Dwijendra Ida Bagus Erwin Ranawijaya beserta jajaran - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Yayasan Dwijendra Denpasar telah menapak usia 68 tahun. Lembaga pendidikan tertua di Bali itu, memiliki komitmen kuat dalam membangun pendidikan yang berkualitas bertaraf internasional.

Ketua Yayasan Dwijendra Dr Ketut Wirawan SH, M.Hum. mengatakan, kesiapan menuju pendidikan berskala global seharusnya sudah dilaksanakan tahun 2020 lalu. Namun, bencana pandemi covid-19 membuat rencana itu harus mundur.

Tahun ini, kata Wirawan, persiapan tersebut mulai berjalan kembali. Fasilitas pendukung berupa laboratorium mulai dibangun dengan peralatan pendukung yang memenuhi standar.

“Kami sudah membuat studio musik yang standar dengan peralatan fender, itu sudah jadi. Kemudian, ada studio gamelan untuk melestarikan kebudayaan Bali. Saat ini juga pengajuan perijinan pembangunan pasraman, kita lengkapi semua legalitas yang dibutuhkan, jadi lembaga kita bukan abal-abal,” jelas Ketut Wirawan di aula Yayasan Dwijendra Denpasar, Kamis, 28 Januari 2021.

Perubahan manajemen di Yayasan Dwijendra bukan saja pembangunan fisik. Wirawan menjelaskan, manajemen administrasi juga dirubah untuk memenuhi standar kompetensi. Wirawan menyebut, pola pemilihan kepada sekolah tidak lagi didasarkan pada kedekatan individu.

Tapi, melalui poin penilaian yang dilakukan oleh pihak yayasan. Jadi menurutnya, dalam satu semester jika pejabat yang dipilih untuk memimpin salah satu lembaga pendidikan dinilai tidak memenuhi poin, maka pejabat tersebut akan diganti.

“Pemilihan kepala sekolah dilakukan wawancara terlebih dulu. Kita memberikan pertanyaan, dan mendengarkan target pencapaian selama menjabat, janji-janjinya apa saja, itu yang kita nilai,” jelasnya.

Wirawan juga menekankan, pihak yayasan belum akan membuka pembelajaran tatap muka selama belum ada keputusan dari pemerintah. Sebagai gantinya, pihak yayasan melengkapi sarana teknologi informasi untuk melakukan pembelajaran secara daring.

Dirinya juga meminta, jajaran di tingkat yayasan dan satuan pendidikan dan universitas siap dengan perubahan sarana pendidikan secara daring. Ditekankan lagi, semua yang ada di jajarannya harus menguasai teknologi.

“Kalau tidak menguasai pasti akan tertinggal oleh perubahan yang ada. Mau tidak mau, penguasaan teknologi harus dilakukan,” kata Wirawan.

Sementara, Ketua pembina yayasan Dwijendra IB Erwin Ranawijaya mengatakan, Yayasan Dwijendra yang didirikan pada tahun 1953 silam, mengusung visi memberikan pemahaman konteks agama Hindu Bali, kebudayaan dan kesusastraan.

“Tentu visi ini sangat sempurna namun berat. Akan tetapi harus tetap dilaksanakan. Mencapai visi ini, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, akan tetapi perekonomian juga, maka semua keluarga Dwijendra harus bersama-sama mewujudkannya,” ungkapnya.

Erwin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yayasan pendahulu, maupun yang menjabat saat ini, seluruh jajaran, dukungan unit, kepala sekolah TK hingga SMA/SMK, serta pihak universitas.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus yayasan di semua periode, dan juga masyarakat Bali yang mempercayakan anak-anak mereka melanjutkan di Dwijendra, para alumni, guru-guru, seluruh instansi pemerintah, tokoh puri, dan juga angga puri. Momentum hari ulang tahun ini, mari tingkatkan kerjasama dan kerjasama semua pihak,” harapnya. (Way)