639 Pengawas Pemilu di Purworejo Ikuti Rapid Test

    


Para pengawas pemilu di Kabupaten Purworejo saat menjalani rapid test - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 639 orang dari 640 orang pengawas pemilu di semua tingkatan mengikuti rapid test di 16 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Purworejo.

Rapid test dilaksanakan mulai 27 Oktober sampai 6 November 2020. Satu orang Pengawas Desa Sangubanyu, Kecamatan Grabag terpaksa tidak ikut rapid test karena memiliki trauma terhadap jarum suntik dan sedang hamil muda.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Purworejo, Abdul Azis mengatakan, pengawas pemilu dari anggota sampai jajaran sekretariat di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa mengikuti rapid test.

Hasil rapid test yang dikirim Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo ke Bawaslu Purworejo menyebutkan tujuh orang dinyatakan reaktif dan 632 orang dinyatakan non reaktif. Tujuh orang yang reaktif kemudian menjalani swab test dan hasilnya dua orang dinyatakan positif covid-19.

“Dua orang pengawas desa ini positif covid-19 tanpa gejala. Oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo mereka disarankan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Kedua pengawas desa ini berasal dari Kecamatan Butuh dan Purwodadi,” kata Abdul Aziz, Minggu (08/11/2020).

Koordinator Hukum Humas Data dan Informasi Bawaslu Purworejo, Rinto Hariyadi mengatakan, rapid test tersebut merupakan kali kedua yang dilakukan Bawaslu Purworejo selama tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purworejo 2020 berlangsung.

Pemeriksaan tersebut guna menjamin kesehatan jajaran pengawas pemilu disemua tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan sampai pengawas tingkat desa.

Dijelaskan, pemeriksaan tersebut sekaligus untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus covid-19. Sebab, penyelenggara pemilu yang kedapatan reaktif wajib mengikuti swab test. Apabila hasil swab test positif maka akan segera diambil tindakan lebih lanjut, misalnya isolasi mandiri.

“Kami saat ini sedang membentuk Pengawas TPS. Nantinya, Pengawas TPS ini juga akan mengiikuti rapid test sebelum menjalankan tugas,” kata Rinto. (Jon)