6 Pegawai Berprestasi Ditjen Perikanan Budidaya Terima Anugerah dari Presiden

    


Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Enam pegawai Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikaan (KKP) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Joko Widodo bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI di Jakarta pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Penghargaan itu diberikan untuk bidang Perikanan Budidaya yang berguna untuk masyarakat.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, kriteria mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya adalah keberhasilan dalam melakukan inovasi teknologi yang telah diadopsi, dan berkembang serta berguna untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dari tahun ke tahun selalu ada inovasi baru yang diciptakan, sampai akhirnya bisa menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Slamet Soebjakto usai menerima penghargaan di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Pada HUT Ke-74 RI, DJPB juga memperoleh penghargaan pejabat fungsional Bidang Kelautan dan Perikanan Teladan tahun 2019 dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

Sedangkan penghargaan Teladan I dan III tingkat nasional bagi jabatan fungsional PHPI, diraih oleh pejabat fungsional PHPI yang berasal dari Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang dan BBPBAP Jepara.

Penghargaan Teladan I, II dan III tingkat nasional bagi jabatan fungsional Pengawas Perikanan Bidang Pembudidayaan Ikan diraih oleh Pejabat Fungsional Pengawas Pembudidayaan Ikan yang berasal dari BPBL Ambon, BPBL Batam dan BBPBAP Jepara.

Slamet mengungkapkan, KKP memiliki banyak SDM unggul yang sejalan dengan visi Presiden untuk membawa kemajuan bagi Indonesia.

“Kami sangat bangga, sekaligus optimis bahwa SDM unggul ini akan dapat diteladani dan membawa kemajuan bagi perikanan budidaya”, ungkap Slamet.

Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya DJPB KKP diantaranya, Supito S.Pi, M.Si sebagai Perekayasa Madya pada Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, atas Pengembangan Teknologi Budidaya Udang Skala Rumah Tangga guna meningkatkan pendapatan tambak rakyat.

Ir. Abidin Nur II, M.Sc sebagai Perekayasa Madya pada BBPBAP Jepara atas Pengembangan Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Indonesia. Bayu Romadhona S.Pi, M.Si sebagai Perekayasa Pertama pada BBPBAP Jepara atas Implementasi dan Pendampingan Teknis Budidaya Udang dan Rajungan Teknologi Sederhana bagi petambak masyarakat di Kabupaten Demak.

Ita Rizkiyanti S.Pi sebagai PHPI Muda dari BBPBAP Jepara atas Pembuatan Probiotik Kering Isolat Lokal dan Aplikasinya pada masyarakat dan pembudidaya ikan.

Ari Prakoso S.St.Pi sebagai Pengawas Pembudidayaan Ikan pada Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee atas Pembinaan Kehidupan Sosial Masyarakat (eks Narkoba) melalui usaha budidaya udang/ikan di Desa Pacu kota Lhokseumawe.

Ibnu Sahidhir S.Pi, M.Sc sebagai Perekayasa Muda pada BBPBAP Jepara atas Pemasyarakatan Teknologi Fermentasi dalam Akuakultur secara online untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya. (Bob)