55 Guru SMK TKM Purworejo Ikuti IHT MBS

    


Prihestu Hartomo, S.Pd, M.Si, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, saat membuka pelaksanaan IHT MBS di SMK TKM Purworejo, Kamis (09/07/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memasuki tahun pelajaran baru 2020/2021, SMK TKM Purworejo menggelar In House Training (IHT) Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang dilaksanakan selama dua hari, dari Kamis (09/07/2020) hingga Jum’at (10/07/2020). IHT ini diikuti oleh semua pamong (guru) mata pelajaran di SMK TKM Purworejo, sebanyak 55 orang.

Bertemakan ‘Niteni, Niroke, Nambahi’, IHT dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII Jateng, yang diwakili oleh Prihestu Hartomo, S.Pd, MSi, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng.

Menurut Ki Gandung Ngadina, S.PD, M.Pd, selaku Kepala SMK TKM Purworejo, dalam IHT menghadirkan beberapa narasumber, yang merupakan praktisi pendidikan yang kompeten dan memiliki pengalaman dalam soal konsep dan implementasi pelaksanaan pembelajaran.

Narasumber ini, Prihestu Hartomo, S.Pd, MSi, Prof Dr Ki Supriyoko, SDU, MPd, Drs Hamdi (Pengawas SMK), Bani Mustofa, MPd (Pengawas SMK), Ki Murwanto, SPd (WMM dan Waka Ketenagaan SMK TKM Purworejo), Ki Joko Purwo Setyono, ST, MPd (Waka Kurikulum SMK TKM Purworejo), Nyi A Retno Suryandari, SPd, MPd (guru pendamping kurikulum 2013), dan Nyi Kristin Rahayu, MPd (guru pendamping kurikulum 2013).

“Materi yang disampaikan selama IHT, antara lain tentang penguatan karakter pamong, menulis karya ilmiah PTK, penyusunan instrumen tes belajar mengajar, perangkat pembelajaran, update kurikulum 2013, penyusunan perangkat pembelajaran, dan ketamansiswaan,” jelas Ki Gandung, Kamis (09/07/2020).

Tujuan secara umum dari diadakannya IHT ini, kata Ki Gandung, agar terjadi perubahan mindset dan peningkatan guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada kurikulum 2013 dengan baik dan benar.

Secara khusus, IHT ini bertujuan, agar peserta mampu mereview dan menentukan target KKM setiap mapel yang diampunya. Mereview dan mengembangkan silabus berdasarkan standar proses sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan sarana prasarana yang ada.

Termasuk, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, melakukan penilaian sesuai tuntutan kurikulum 2013, melaksanan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2013, serta meningkatkan profesionalisme guru sebagai pendidik.

“Selama pelaksanaan IHT MBS ini, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19,” terang Ki Gandung.

Ki Gandung berharap, setelah mengikuti IHT ini, para peserta secara umum akan memiliki kompetensi dalam konsep kurikulum 2013, analisis materi ajar, dan perancangan model merdeka belajar.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana untuk mengubah mindset, dari guru aktif mengajar, menjadi peserta didik aktif belajar, atau dari teacher oriented menjadi student oriented,” pungkas Ki Gandung. (Jon)