54 Siswa Ikuti Seleksi Calon Pengurus OSIS SMK Batik Purworejo

    


Salah satu peserta, saat mengikuti seleksi calon pengurus OSIS SMK Batik Purworejo masa bakti 2020-2021, Selasa (20/10/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 54 siswa, terdiri dari 29 siswa kelas X dan 25 siswa kelas XI, mengikuti seleksi calon pengurus OSIS SMK Batik Perbaik Purworejo masa bakti 2020-2021.

Seleksi, berlangsung dua hari, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hari Selasa (20/10/2020) untuk calon pengurus dari kelas X dan Kamis (22/10/2020) untuk calon dari kelas XI.

Menurut Akhmad Mujahidin Tsani, selaku Pembina OSIS SMK Batik Purworejo, seleksi calon pengurus OSIS ini dilakukan, karena pengurus periode saat ini hampir habis masa baktinya.

“Pengurus lama membuka pendaftaran, yang diumumkan lewat sosialisasi dan pamflet. Bagi yang berminat dipersilahkan mendaftar,” jelas Tsani, Selasa (20/10/2020).

Dijelaskan oleh Tsani, ada beberapa tahapan yang harus dilalui calon pengurus, sebelum menjadi pengurus. Tahapan itu, setelah lolos administrasi, dilanjutkan dengan seleksi/tes wawancara, pidato dan fisik.

“Dari jumlah pendaftar yang ada, hanya 27 siswa yang diterima. Setelah lolos, mereka harus menjalani LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), sebagai tahapan akhir,” ungkap Tsani.

Pengurus ini, nantinya akan masuk dalam struktur organisasi untuk posisi sekertaris, bendahara, ketua bidang, dan seksi bidang. Setelah seleksi calon pengurus, akan dilanjutkan dengan Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS), yang diambilkan tiga kandidat dari siswa kelas XI.

Lebih jauh Tsani menjelaskan, bahwa seleksi calon pengurus OSIS dilakukan tiap tahun. Tahap awal, para calon harus lolos seleksi administrasi, yang diperlukan untuk mengetahui kapasitas pengetahuan calon, seperti rangking/raport semester sebelumnya (kelas X, raport SMP), ada riwayat penyakitnya atau tidak, serta ada ijin orangtua atau tidak.

“Tes wawancara, untuk mengetahui keseharian calon seperti apa. Intinya untuk mengenal lebih dekat kepribadiannya,” kata Tsani.

Pada tes pidato, dilakukan untuk mengetahui kapasitas calon berbicara di muka umum. Karena nantinya, sebagai pengurus akan berbicara di hadapan teman-temannya. Dan tes fisik, untuk memantapkan bahwa semua calon pengurus berbadan sehat, atau lainnya.

Harapan kedepannya, ujar Tsani, calon pengurus yang terpilih ini akan lebih baik dari pada pengurus sebelumnya, serta mempunyai integritas yang baik sebagai pengurus OSIS, dan nantinya bisa membawa nama baik SMK Batik di kalangan OSIS Kabupaten Purworejo. Di kepengurusan OSIS kabupaten, tahun ini SMK Batik menjadi sekretaris.

“Harapannya, besok bisa masuk lagi di pengurus OSIS Kabupaten, juga kegiatan-kegiatan kesiswaan di SMK Batik makin meningkat,” pungkas Tsani. (Jon)