516 Mahasiswa Angkatan Terakhir IKIP PGRI Bali Jalani Wisuda

    


Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum. (kanan) bersama Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Artanegara, SH., MH., M.Pd. IKIP PGRI Bali sekarang telah bertransformasi menjadi Universitas Mahadewa Indonesia - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – IKIP PGRI Bali mewisuda sebanyak 516 mahasiswa yang merupakan angkatan terakhir dari institut karena kenaikan status menjadi universitas. Di mana wisuda yang berlangsung di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar ini, juga menerapkan protokol kesehatan.

Para mahasiswa yang diwisuda dibagi menjadi dua gelombang. Yakni sebagian diwisuda pada pagi hari dan dilanjutkan sebagian lagi di siang hari.

Tahun 2020 ini, sekaligus menjadi wisuda angkatan terakhir IKIP PGRI Bali angkatan ke-43. Sekaligus di tahun ini pula, IKIP PGRI telah bertransformasi menjadi Universitas Mahadewa Indonesia.

Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyampaikan bahwa wisuda kali ini sangat istimewa dan menjadi catatan sejarah sebagai lulusan terakhir mahasiswa IKIP PGRI Bali, pasca kenaikan status menjadi Universitas Mahadewa Indonesia.

“Wisuda ke-43 ini yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-37, merupakan mahasiswa terakhir lulusan IKIP PGRI Bali,” ungkapnya saat jumpa pers di kampus Universitas Mahadewa Indonesia, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, dari jumlah yang diwisuda itu hampir 50 persen telah terserap di dunia kerja, dan bahkan ada yang kuliah sambil bekerja.

“Lulusan tahun ini memang cukup berat, mengingat lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19 sangat terbatas. Untuk itu saya harap para alumni ini mampu mengeksploitasi diri. Jadi jangan berpikir hanya jadi PNS atau pegawai lainnya saja,” jelas Rektor.

“Akan tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan bekal ilmu yang telah didapatkannya. Karena jika satu pintu tertutup, sudah pasti pintu lain akan terbuka. Untuk itu lakukan sinergi dengan teman ataupun para alumni lainnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” tambahnya berpesan.

Sementara, Ketua YPLP IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Artanegara, SH., MH., M.Pd., menambahkan, wisuda kali ini adalah wisuda istimewa dan bersejarah.

“Istimewa dan sejarah pertama adalah 32 tahun lalu tepatnya tahun 1988 kami mewisuda para sarjana dengan nama IKIP PGRI Bali, maka tahun 2020 ini merupakan terakhir kami mewisuda mahasiswa IKIP PGRI Bali,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, keistimewaan kedua adalah baru kali ini mewisuda di tengah suasana pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri dan bahkan dunia.

“Untuk keistimewaan ketiga, pada tahun ini tepatnya 30 Juni lalu, IKIP PGRI Bali resmi naik status dan berubah menjadi Universitas Mahadewa Indonesia. Dan perlu dicatat, kendatipun berubah nama dari IKIP PGRI Bali menjadi Universitas Mahadewa, namun semuanya itu masih tetap di bawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi IKIP PGRI Bali,” kata Artanegara.

Adapun mahasiswa yang diwisuda tahun ini, yakni berjumlah 516 orang wisudawan/wisudawati terdiri dari Prodi Pendidikan dan Konseling 33 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah 57 orang, Prodi Pendidikan Seni Rupa 12 orang, Prodi Pendidikan Seni Tari Drama dan Musik 55 orang, Prodi Pendidikan Sejarah 60 orang, Prodi Pendidikan Ekonomi 76 orang, Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 125 orang, Prodi Matematika 59 orang, dan Prodi Pendidikan Biologi 39 orang. (Way)