5 Peserta Rebut Best of The Best Mixologist Competition 2019

    


Mixochef Competition 2019 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puncak Mixologist Competition 2019 yang digelar di SugarSand Seminyak mempertemukan 5 mixologist terbaik yang lolos dari sesi sebelumnya. Total peserta dalam pencarian gelar Best of the Best tersebut akan dikerucutkan lagi menjadi 3 juara.

Ketua Harian Asosiasi Bartender Indonesia (ABI) Bali Robert Rebecca menjelaskan, dalam babak penyisihan yang digelar, setiap tema yang diangkat selalu berbeda.

“Pertama kita angkat tema tools kitchen, hot dishes, main course and soup, dan terakhir kita angkat tema, dessert. Jadi di final ini kita kembali lagi ke tema hot main dishes,” jelas Robert, Senin, 24 Juni 2019 malam.

Dalam laga akhir ini, dikatakan Robert, setiap peserta akan membuat koktail yang disesuaikan dengan main course. Kontes tersebut menuntut peserta mampu menggabungkan rasa antara kudapan utama dengan koktail yang dibuat. Skill dan jam terbang dibutuhkan oleh para mixologist yang bertanding.

Hal itu juga dikatakan Chef Juna yang hadir di sesi terakhir. Peserta diberi kebebasan memilih main course dan koktail yang akan ditampilkan. Disitu, menurut Chef Juna, harus ada penggabungan rasa yang pairing dari kedua kuliner yang dihidangkan.

“Dalam main course dan koktail yang mereka bikin rasanya saling mendukung, harus saling serasi,” jelas Chef Juna.

Menurut juri Master Chef ini, ada banyak kriteria untuk menentukan pemenang diantaranya, penampilan, communication skill, delivery product, dan terutama adalah presentasi kepada para juri.

Spirit yang diolah untuk membuat koktail yakni Captain Morgan, sebagai brand yang dimiliki oleh koorporasi Diageo. Alex dari Diageo mengatakan, kompetisi itu membuka peluang kepada para peserta yang lolos untuk bertanding ke event internasional.

Diageo sendiri memiliki sejumlah event internasional, dengan Indonesia sebagai salah satu wilayah di Asia yang kerap menghantarkan bartender profesional berkelas dunia.

“Event itu kita adakan setahun sekali dan pemenang tahun kemarin akan kita bawa ke Glasgow, Skotlandia di akhir tahun ini,” jelas Alex.

Menurut Alex, kedepan, pihaknya tetap komitmen mendukung para bartender Indonesia dalam mencapai prestasi baik di tingkat nasional maupun Internasional. Bali, menjadi salah satu daerah di Indonesia yang banyak melahirkan bartender berkelas selain kota Jakarta.

Sementara, I Gusti Salit Made Ari Maryana atau dikenal dengan nama Arey Barker menjadi juri mixologi di event Mixologist Competition 2019. Menurutnya, penilaian kali ini berbeda dengan kompetisi sebelumnya.

Kali ini, dikatakan Arey, peserta dituntut membuat minuman yang selaras dengan rasa masakan atau main course yang disajikan.

“Dalam mixochef harus mampu membuat minuman yang rasanya match dengan main course. Jadi penekanannya ada di flavour, makanan dan minumannya harus beriringan rasa,” jelas Arey Barker.

“Dan hari ini, saya lihat bartender sendiri memang benar-benar, mampu mengeksekusi minuman dengan sangat baik untuk menjadi pair,” pungkasnya. (Way)