450 Personil Yonif 412 Diberangkatkan ke Papua

    


Upacara pemberangkatan 450 personil Yonif Mek 412 ke Papua, Sabtu (25/8), dipimpin oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 450 personil Batalyon Mekanik Raiders 412/ Bes, Purworejo, dikirim ke Papua, dalam tugas menjaga keamanan perbatasan negara, antara Indonesia – Papua Nugini

Upacara pelepasan pasukan Satgas PAMTAS (Pengamanan Tapal Batas) RI-PNG itu, berlangsung di alun-alun Purworejo, Sabtu (25/8), dipimpin oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian, dengan dihadiri jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo berpesan, agar prajurit yang bertugas di perbatasan selalu menjaga kesehatan dan stamina. Itu karena, bertugas di perbatasan wilayah, kondisi medannya sangat berat.

“Yang tidak kalah pentingnya, harus selalu menjaga kerharmonisan dengan warga setempat. Jaga keselamatan personil baik individu dan satuan. Jaga soliditas dan jaga nama baik TNI di masyarakat di tempat bertugas,” ujar Agus Bastian.

Bupati berharap, semoga prajurit Batalyon 412 dapat melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin dan bisa pulang kembali ke batalyon dengan selamat.

Dalam kesempatan tersebut, Wadan Yonif Mek 412, Mayor Inf Yudi Eka Pratama menjelaskan, personil yang bertugas akan diberangkatkan pada Minggu (2/9). Rencananya, akan ditempatkan di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, selama 10 bulan.

Tugas dari pasukan ini, ujar Yudi, tidak hanya menjaga perbatasan.Tapi juga melaksanakan pemeriksaan dan sweeping bagi warga atau masyarakat yang masuk atau keluar melintasi perbatasan.

“Kita juga melakukan tugas pembinaan teritorial terbatas kepada masyarakat dan membantu kegiatan masyarakat di sekitar pos,” terang Yudi.

Sebelum diberangkatkan, kata Yudi, prajurit juga sudah diberi penataran dan pelatihan, untuk bekal dan pengetahuan seputar Keimigrasian, Bea dan Cukai, serta cara mengajar jadi guru atau  pendidik.

“Di perbatasan kita juga membantu sekolah-sekolah yang kekurangan guru, dan akan mengajar terutama mengajar membaca, menulis dan berhitung,” pungkas Yudi. (Jon)