42 Tahun PDAM Badung, Giriprasta: Saat Jam Tidur Air Justru Mengalir

    


Bupati I Nyoman Giriprasta memberikan potongan tumpeng pertama kepada Dirut PDAM Badung I Ketut Golak - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perkembangan pencapaian PDAM Badung selama perjalanan 42 tahun dipaparkan dalam perayaan yang digelar di Ruang Kerthagosana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin, 22 Oktober 2018. Direktur Utama Ketut Golak mengatakan, jumlah pelanggan sebanyak 71.125 sambungan dengan cakupan pelayanan 68 persen.

Tahun ini, perusahaan daerah Tirta Mangutama mentargetkan perolehan PAD sebesar Rp 19,76 milyar dari bisnis yang dikelolanya.

“Kami tetap menjaga visi dan misi dan nilai-nilai perusahaan yakni, Tirta transformasi, integritas, responsible, transparan dan akuntabel,” jelas Ketut Golak, Senin, 22 Oktober 2018.

PDAM Badung, dikatakan Ketut Golak, juga melakukan perbaikan pelayanan di bidang peremajaan pipa, penyempurnaan jaringan perpipaan, mengurangi tingkat kehilangan air dengan mengganti meteran secara bertahap dan memasang district meter area (DMA).

Bupati Badung I Nyoman Giriprasta memberi kritisi terkait pencapaian yang dipaparkan Dirut PDAM Badung. Giriprasta mengatakan hal yang perlu dicermati perusahan daerah itu. PDAM diharapkan tetap berprinsip pada tata kelola secara transparan dan terencana.

Sebagai perusahaan daerah, menurut Giriprasta, PDAM harus dapat mewakili semangat koorporasi yang mewakili aspek bisnis, sosial dan peduli lingkungan.

“Saat air dibutuhkan justru tidak mengalir, tapi ketika tidak dibutuhkan pada saat jam tidur, justru air mengalir,” kata Giriprasta.

Pihaknya berharap PDAM dapat meminimalisir keluhan dari pelanggan. “Bagaimana cara meminimalisir keluhan air,” tambahnya.

Bupati asal Kecamatan Petang, Badung Utara ini juga menyentil terkait kesejahteraan karyawan. Hal paling penting dalam perusahaan, menurut Giriprasta adalah, terjaminnya kesejahteraan karyawan. Sebagai perusahaan jasa yang melayani pelanggan, karyawan menjadi aset yang berharga.

“Golak (Dirut), Dayu (Dirum), Suyasa (Dirtek), kalau tahun depan tidak dapat wujudkan sejahterakan karyawan, maaf saya tidak pakai lagi,” tandas Giriprasta.

Perayaan HUT PDAM Badung dilakukan cukup meriah dengan performance yang dibawakan oleh staf perusahaan daerah tersebut. Lagu ‘Lestari Alamku’ milik musisi Gombloh dibawakan sangat apik dan membius undangan yang hadir.

Lagu bernuansa lingkungan itu selaras dengan tema yang diangkat yakni, ‘Kerja Bersama Lestarikan Air’. Selain itu, tari kontemporer bertajuk ‘Nusantara’ juga menjadi penampilan elok yang dibawakan siswi SMA Negeri 1 Mengwi. (Way)