40 Siswa SMK Kesehatan Purworejo Ikuti Khotmil Qur’an

    


Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, berfoto bersama peserta Khotmil Qur'an, para guru pembimbing, dan sejumlah tamu undangan - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 40 siswa SMK Kesehatan Purworejo, mengikuti Khotmil Qur’an, Rabu (14/11). Kegiatan ini, diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, dan dihadiri para orang tua, guru, lurah setempat, yayasan, dan sejumlah tamu undangan.

Peserta Khotmil Qur’an tersebut, merupakan siswa program Boarding School. Dalam kesempatan tersebut, siswa membaca surat-surat dalam Al Qur’an secara bergantian. Sebagai selingan, ada penampilan musik Hadrah oleh siswa Boarding School.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, merupakan bagian dari kalender pendidikan, dan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama. Kami mengundang KH Khabib Sholeh dari Kaligesing untuk memberikan tausiyah,” jelas Nuryadin, SSos, MPd, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Purworejo.

Peserta Khotmil Qur’an kali ini, kata Nuryadin, ada peningkatan seratus persen dibanding tahun lalu. Nuryadin berharap, untuk tahun depan, peserta Khotmil Qur’an bisa meningkat lagi, dan bisa diikuti oleh siswa dari kelas reguler, juga para guru.

Dalam program Boarding School, karena 24 jam berada di asrama, ungkap Nuryadin, siswa akan lebih fokus dalam belajar, dan lebih banyak mendapat tambahan pelajaran agama.

Karena setiap hari, dari sore hingga malam, ada ustadz dan ustadzah yang membimbing mereka dalam bidang keagamaan, dari mengaji, menulis Arab, menghafal Al-Qur’an, baca tulis Al-Qur’an, motivasi, juga kepemimpinan. Semua pelajaran itu, juga diujikan.

“Dan setiap akhir tahun, mereka mendapatkan sertifikat, karena telah mengikuti Program Boarding School. Inilah keunggulan kami, yang membedakan sekolah kami dengan lainnya, nasionalis religius,” ujar Nuryadin.

Layaknya acara Khotmil Qur’an pada umumnya, juga ada arak-arakan. Cuma kali ini, peserta tidak diarak keliling kampung, tapi dari pintu gerbang ke panggung. Usai pembacaan Khotmil Qur’an, para siswa memberikan bunga pada para guru dan orang tua, sebagai tanda terima kasih karena telah membimbing mereka. Dan inilah, ‘adegan’ yang sangat mengharukan.

Hampir semua guru dan orang tua siswa berlinang air mata. Situasi ini makin haru, saat perwakilan siswa membaca puisi, dan menyanyikan lagu secara bersama-sama, sebagai ungkapan terima kasih kepada orang tua dan guru.

“Tujuannya membentuk generasi muda yang Akhlaqul Karimah. Semoga, semuanya ini bisa dijadikan amal jariyah bagi kami,” pungkas Nuryadin. (Jon)