4 Peneliti Perempuan Indonesia Raih Anugerah Internasional, Salah Satunya dari UNUD

    


4 ilmuwan perempuan Indonesia menerima anugerah L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowships yang tahun telah diadakan ke-16 kali - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Empat perempuan peneliti asal Indonesia mendapatkan anugerah atas dedikasinya mengembangkan inovasi ilmiah. Anugerah di bidang sains itu diberikan di ajang L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowships ke-16.

Salah satu peneliti berasal dari Universitas Udayana, Bali yakni, Dr. Sc. Widiastuti Karim, M.Si dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, dengan penelitian berjudul ‘Studi Fungsi Biologi Green Fluorescent Proteins (GFP) Guna Mengatasi Pemutihan Pada Karang’.

Kemudian, Dr. rer.nat.Ayu Savitri Nurinsiyah, M.IL., M.Sc, dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan judul penelitian ‘Eksplorasi Penemuan Keong Darat yang Tepat Dalam Mengungkap Potensi Biodiversitas Sebagai Solusi Masalah Kesehatan’.

Dr. Swasmi Puwajanti, M.Sc, dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan judul penelitian ‘Eksplorasi Pengembangan Super Nanoadsorben Multi-fungsi Berbasis Magnesium Oxide dari Bittern Untuk Dekontaminasi Air yang Lebih Efisien’.

Dr. Eng. Osi Arutanti, M.Si, dari LIPI dengan judul penelitian ‘Eksplorasi Alternatif Fotokotalis Material yang Efisien dan Dapat Diaktivasi Dengan Tenaga Surya Sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan’.

Ketua Harian KNIU Kemendikbud, Arief Rahman mengatakan, dari data UNESCO Institute for Statistics, angka ilmuwan perempuan tergolong rendah. Namun, tahun 2017, jumlah ilmuwan perempuan Indonesia meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2015 yang hanya 30,6 persen.

Tahun 2016, UNESCO menyatakan, dari satu juta masyarakat Indonesia, 89 diantaranya merupakan ilmuwan, sehingga berada di tingkat terendah diantara negara-negara G20.

“Dari fenomena ini, kita harus memperbaiki dan mempromosikan dan terus mengekspos betapa pentingnya ilmuwan perempuan supaya kita makin lama makin inklusif,” kata Arief.

Tahun ini, juga ada lima mahasiswi yang menerima program L’Oréal Sorority in Science yaitu Zulfia Hafsah Firdiyani dari Universitas Gadjah Mada, Sandra Meiko Rosanne dari Institut Teknologi Bandung, Astika dari Universitas Andalas, Elizabeth Cristina Sitorus dari Universitas Padjadjaran dan Lutfiana Rahmandari dari Universitas Brawijaya.

Kelima mahasiswi tersebut mendapatkan beasiswa sebesar Rp 20 juta untuk biaya hidup dan biaya kuliah. (*)