32 Siswa SMK N 1 Purworejo Ikuti Uji Kompetensi

    


Para peserta berfoto bersama, usai pembukaan kegiatan Uji Kompetensi /Sertifikasi SDM Vokasional Bidang Konstruksi, hasil kerja sama Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR dengan SMK N 1 Purworejo dan SMK PN Purworejo – foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya dari Kementerian PUPR, sebanyak
32 siswa SMK N 1 Purworejo, dan 19 siswa SMK PN Purworejo, mengikuti kegiatan Uji Kompetensi /Sertifikasi SDM Vokasional Bidang Konstruksi, Senin (15/4) hingga Selasa (16/5).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMK N 1 Purworejo, Senin (15/4), yang diwakili oleh Soegeng Wijono, ST, M.Eng, yang ditandai dengan pemasangan tanda peserta kepada perwakilan, dan dihadiri oleh Imam Safi’i dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR, serta Suhad, Kepala SMK PN Purworejo, dan segenap tamu undangan.

Dalam laporannya, Imam Safi’i menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka melaksanakan implementasi amanat Undang-undang no 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, serta dalam rangka pemenuhan SDM dalam bidang konstruksi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan SMK khususnya pada bidang konstruksi yang kompeten agar siap memasuki dunia kerja,” kata Imam Safi’i.

Metode pelaksanaan pelatihan ini, terang Imam Safi’i, dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, praktek dan sertifikasi yang dilakukan oleh instruktur, dan asessor yang telah berpengalaman di bidangnya. Nantinya, para peserta akan mendapatkan sertifikat uji kompetensi dari LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi).

Dalam kesempatan tersebut, Drs Imam Suharwiyantho, selaku Ketua Kompetensi Desaign, Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK N 1 Purworejo menjelaskan, bahwa uji kompetensi tersebut diikuti oleh siswa kelas XII jurusan DPIB. Uji kompetensi hasil kerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR ini, baru pertama kali dilakukan.

Menurut Imam, ada beberapa skema yang diujikan dalam ujian kompetensi ini, yakni, melaksanakan prosedur K3 dan lingkungan di tempat kerja, bekerjasama dengan rekan kerja dan lingkungan yang beragam, mendiagnosa gambar-gambar, sketsa/ draft, mengidentifikasi bahan dan alat yang diperlukan, membuat jadwal kerja, melakukan penggambaran, menyimpan/ merapikan gambar dan peralatan yang sudah selesai digunakan, dan embuat laporan hasil penggambaran.

“Dengan uji kompetensi ini, bisa meningkatkan great keahlian, sehingga siswa akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan jika mereka sudah lulus nanti,” kata Imam. (Jon)