3 Tahun Beroperasi, Sindikat Pemalsu Dokumen Pelaut Raih Keuntungan Rp 20 M

    


Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara dan Satgas Kemenhub RI, berhasil mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut yang telah beroperasi selama 3 tahun - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara dan Satgas Kemenhub RI, berhasil mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut yang telah beroperasi selama 3 tahun.

Modus yang dilakukan pelaku dengan cara melakukan illegal access (hacking) pada website resmi Kementerian Perhubungan RI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sindikat ini telah beroperasi selama 3 tahun, sejak tahun 2018 hingga April 2020. Jumlah sertifikat yang telah dipalsukan sebanyak 5.041 buah.

Selama beroperasi, sindikat tersebut telah meraup keuntungan Rp 20 milyar.

“Motif dalam sindikat ini ialah motif ekonomi, yaitu untuk mendapatkan uang,” jelas Yusri, Kamis, 25 Juni 2020.

Dijelaskan, pelaku menawarkan jasa pembuatan sertifikat keterampilan pelaut palsu untuk kerja di kapal. Mereka memberikan jaminan bahwa blangko sertifikat asli buatan Peruri.

Termasuk, nomor sertifikat keterampilan pelaut juga teregistrasi dan terintegrasi secara online di website Kementerian Perhubungan.

Dalam kasus itu polisi mengamankan 11 tersangka, 9 pelaku ditangkap oleh Polri dan 2 orang ditangkap oleh Tim Satgas gabungan Polri dan Kemenhub.

Yusri menjelaskan, pemalsuan dokumen itu mencoreng citra pelaut Indonesia di dunia internasional.

“Pandangan orang luar terhadap Indonesia jadi tidak bagus. Untuk kasus ini, pelaku juga dapat mengeluarkan sertifikat untuk WNA,” kata Yusri. (Bob)